Kenya Catat Kematian Pertama akibat Ebola, Kasus Terdeteksi di Nairobi

Petugas kesehatan menangani wabah Ebola di RD Kongo. (Anadolu Agency)

Kenya Catat Kematian Pertama akibat Ebola, Kasus Terdeteksi di Nairobi

Willy Haryono • 7 October 2026 14:01

Nairobi: Kenya mencatat kematian pertama akibat Ebola setelah seorang warga negara Kenya yang sebelumnya tinggal di Republik Demokratik Kongo meninggal dunia setelah kembali ke Nairobi pada akhir pekan.

Otoritas Kenya kini melakukan pelacakan kontak secara intensif untuk mencegah penyebaran virus.

Mengutip France24 pada Selasa, 6 Oktober 2026, Menteri Kesehatan Kenya Aden Duale mengatakan pria tersebut telah tinggal di Kongo selama tujuh tahun dan mulai jatuh sakit sekitar sebulan lalu. 

Ia sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit sebelum melakukan perjalanan darat menuju Kampala, Uganda, kemudian menaiki pesawat menuju Ibu Kota Kenya dan tiba pada Sabtu sore.

Otoritas kesehatan Kenya meningkatkan kewaspadaan di seluruh titik perbatasan negara tersebut dan memantau kemungkinan munculnya kasus tambahan.

Duale mengungkap warga yang meninggal tersebut telah diisolasi dan menjalani perawatan di Nairobi Hospital. Ia kemudian dinyatakan positif terinfeksi virus Ebola dan meninggal dunia pada Senin malam.

Ebola sangat menular dan dapat menyebar di antara manusia melalui kontak dengan cairan tubuh seperti muntahan, darah, atau air mani, serta melalui permukaan dan benda yang terkontaminasi, seperti tempat tidur dan pakaian.

Wabah yang sedang berlangsung tersebut diumumkan pada pertengahan Mei, beberapa bulan setelah menyebar di wilayah terpencil di Kongo bagian timur. 

Berdasarkan data pemerintah Kenya, sedikitnya 8.400 kasus telah tercatat, termasuk lebih dari 4.000 kematian. Jumlah tersebut menjadikan wabah ini sebagai wabah Ebola yang berkembang paling cepat dalam sejarah

Kenya menjadi negara keempat yang mencatat kasus Ebola dalam wabah yang sedang berlangsung, yang diumumkan di wilayah timur Kongo pada pertengahan Mei. Uganda telah mencatat 20 kasus, sementara Prancis mencatat satu kasus.

Sebelum Kenya melaporkan kasus tersebut, tidak ada kasus aktif di luar Kongo sejak Uganda menyatakan wabah Ebola di negaranya berakhir pada akhir Agustus. (Razaqa Hariz)

(Willy Haryono)