Seorang anggota Pemberontak Houthi di Yaman. Foto: Anadolu
Houthi Klaim Lakukan Serangan Rudal dan Drone Terhadap Fasilitas Saudi Aramco
Fajar Nugraha • 5 October 2026 07:30
Riyadh: Kelompok Pemberontak Houthi Yaman pada Minggu 4 Oktober 2026 mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi menggunakan rudal dan drone yang menyasar fasilitas milik perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, di Riyadh dan wilayah Khurais di sebelah timur ibu kota.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan video yang diunggah di platform media sosial X, mengatakan bahwa kelompoknya melakukan dua operasi militer terhadap perusahaan tersebut.
"Kedua operasi berhasil mencapai tujuannya," ujar Saree, seperti dikutip dari Yeni Safak, Senin 5 Oktober 2026.
Saree mengklaim bahwa serangan itu menyebabkan kebakaran besar di lokasi-lokasi sasaran.
Balasan atas serangan udara Saudi
Saree menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan tanggapan terhadap tindakan militer Saudi. Ia menuding Riyadh telah melancarkan 50 serangan udara dan serangan rudal dalam kurun waktu 12 jam sebelumnya yang menyasar Sanaa serta provinsi Al-Jawf, Taiz, Amran, Hajjah, dan Saada.Saree juga mengklaim total serangan udara Saudi telah mencapai 1.460 kali sejak eskalasi dimulai, meskipun ia tidak merinci tanggal dimulainya penghitungan angka tersebut.
Pihak berwenang Saudi dan Aramco belum memberikan komentar segera terkait klaim Houthi tersebut.
Ancaman eskalasi lebih lanjut
Kemudian Saree melontarkan ancaman akan melancarkan serangan rudal dan drone tambahan terhadap lokasi serta fasilitas minyak Saudi. Ia memperingatkan bahwa operasi akan terus berlanjut sampai serangan-serangan tersebut dihentikan dan "blokade" terhadap Yaman dicabut.Pengumuman ini menyusul pernyataan Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengenai operasi militer menyeluruh terhadap Houthi untuk merebut kembali wilayah yang masih berada di bawah kendali mereka.