2.255 Rumah Terdampak Banjir di Subulussalam

Banjir melanda Kota Subulussalam, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBA

2.255 Rumah Terdampak Banjir di Subulussalam

Fajri Fatmawati • 3 November 2026 10:17

Subulussalam: Sebanyak 2.255 rumah di tiga kecamatan di Kota Subulussalam, Aceh, terendam banjir akibat luapan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Bencana ini juga menyebabkan 32 kepala keluarga (KK) mengungsi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam, Ramadhan, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu, 24 Oktober 2026.

“Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 2.255 rumah atau 2.255 KK terdampak banjir. Saat ini petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga yang terdampak,” kata Ramadhan, Selasa, 3 November 2026.


Tiga kecamatan yang terdampak yakni Sultan Daulat, Rundeng, dan Longkib. Di Kecamatan Sultan Daulat, banjir merendam empat gampong, yakni Jabi-Jabi, Sigrun, Namobuaya, dan Suka Maju. Sementara di Kecamatan Rundeng, banjir berdampak pada 19 gampong, termasuk Suak Jampak, Sibungke, Panglima Sahman, Muara Batu-Batu, Pasar Rundeng, dan Binanga. Adapun di Kecamatan Longkib, banjir merendam Gampong Panji.

"Luapan kedua sungai tersebut mengakibatkan air masuk ke permukiman warga. Selain rumah, banjir juga merendam jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah, serta tempat ibadah," ujarnya.


Sejumlah rumah warga di Kota Subulussalam, Aceh terendam banjir akibat hujan deras, Rabu (28/10/2026). ANTARA/HO-Humas BPBA


BPBD Kota Subulussalam mencatat sebanyak 32 KK mengungsi akibat banjir. Rinciannya, 26 KK dari Gampong Suak Jampak, tiga KK dari Gampong Sibuasan, dan tiga KK dari Gampong Tualang. Pihaknya telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan evaluasi serta pendataan dampak banjir.

"Kondisi terakhir, air di Kecamatan Sultan Daulat mulai surut di jalan lintas dan sejumlah wilayah, meski beberapa gampong masih tergenang. Sementara itu, permukiman warga di Kecamatan Rundeng dan Longkib masih terendam banjir," jelas Ramadhan.

(Silvana Febiari)