AS Optimistis Capai Kesepakatan dengan Iran, Vance Sebut Negosiasi Berlanjut

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. (Anadolu Agency)

AS Optimistis Capai Kesepakatan dengan Iran, Vance Sebut Negosiasi Berlanjut

Willy Haryono • 3 November 2026 06:30

Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa Washington telah mencatat kemajuan dalam perundingan dengan Iran.

Ia menyebut dirinya dan Presiden Donald Trump cukup optimistis kedua negara dapat mencapai kesepakatan melalui jalur diplomasi.

"Saya sebenarnya baru berbicara dengan presiden Amerika Serikat sekitar satu jam lalu mengenai hal ini," kata Vance kepada wartawan pada Senin, 2 November 2026.

"Presiden dan saya sama-sama merasa cukup optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan melalui perundingan. Kami akan terus mengupayakannya," ujar Vance, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Ia mengatakan Iran kerap sulit diprediksi, seraya menegaskan bahwa Trump masih memiliki berbagai opsi tindakan, baik melalui operasi militer maupun langkah nonmiliter.

"Namun, kami telah mencatat sejumlah kemajuan. Kita lihat apakah kami bisa mencapai kemajuan lebih lanjut," tutur Vance.

Ketika ditanya apakah Washington telah menetapkan tenggat waktu bagi Iran sebelum serangan militer kembali dilanjutkan, Vance menjawab bahwa pemerintah AS belum menentukan batas waktu tersebut.

"Tidak, kami belum menetapkan tenggat waktu," ujarnya.

Vance mengatakan prioritas utama Washington adalah memastikan Iran tidak membangun kembali program nuklirnya.

"Setelah menghancurkan program nuklir mereka, kami ingin memastikan mereka tidak membangunnya kembali atau mencoba melakukannya. Itulah yang paling penting bagi Amerika Serikat," katanya.

Ia menambahkan bahwa peluang mencapai kesepakatan masih terbuka. Namun, menurutnya, Iran harus memberikan komitmen yang tegas dan dapat diverifikasi untuk tidak membangun kembali program nuklirnya.

Trump Sebut Iran Ingin Berdamai

Pernyataan Vance disampaikan beberapa jam setelah Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang kini memasuki bulan kesembilan.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara pembukaan kembali kolam refleksi Lincoln Memorial di Washington.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, dan itu bisa saja terjadi," kata Trump.

Ia juga mengatakan Iran telah meminta Washington menghentikan serangan terhadap para pemimpinnya. Trump menyatakan AS akan memenuhi permintaan tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke berbagai wilayah di kawasan tersebut.

Meski upaya diplomatik terus berlangsung dan Washington serta Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni, ketegangan kedua negara masih berlanjut, terutama terkait pengaturan keamanan dan pelayaran di Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Klaim AS Mampu Serang Sisa Fasilitas Nuklir Iran dalam 10 Menit

(Willy Haryono)