Atlet panjat tebing Indonesia Aditya Tri Syahria bersiap melakukan start pada kualifikasi nomor speed putra Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (30/9/2026). ANTARA FOTO/Fauzan
False Start di Final Speed Putra, Aditya Tri Gagal Raih Medali
Achmad Zulfikar Fazli • 1 October 2026 19:23
Nagoya: Atlet panjat tebing Indonesia Aditya Tri Syahria gagal meraih medali nomor speed putra Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Aichi, Jepang, Kamis, 1 Oktober 2026. Penyebabnya, Aditya Tri melakukan false start pada Lane B babak final dan tidak dapat melanjutkan perlombaan.
"Semua variabel dalam speed itu banyak banget, saya pikir saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin, dan seperti hasil yang tadi, sepersekian detik saya false start," ujar Aditya usai perlombaan di Nagoya, Jepang, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.
Aditya Tri mengatakan ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya untuk ke depan bisa menjdi lebih baik, terutama dalam pengelolaan diri.
Sebelumnya, Aditya tampil impresif sejak babak perempat final. Berada di heat pertama bersama Jinyong Jo dari Korea Selatan, Aphiwit Limpanichpakdee dari Thailand, dan Chi Fung Au dari Hong Kong, Aditya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4,83 detik.
Pada semifinal, Aditya kembali menunjukkan performa apik. Dia finis di posisi pertama dengan waktu 4,786 detik, 0,003 detik di depan Damir Toktarov dari Kazakhstan yang mencatat 4,789 detik.
_%20ANTARA%20FOTO_Wahdi%20Septiawan.jpg)
Atlet panjat tebing Aditya Tri Syahria (kiri). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Sementara itu, atlet Indonesia Veddriq Leonardo yang berada di heat yang sama dengan Aditya harus mengakhiri langkahnya setelah finis di urutan ketiga dengan waktu 4,95 detik. Limpanichpakdee berada di posisi keempat dengan 5,04 detik.
Hasil tersebut mengantarkan Aditya ke babak final, sedangkan Veddriq harus tersingkir.
Pada semifinal heat kedua, dua atlet, Ryo Omasa dan Long Jianguo, melakukan false start. Kondisi tersebut membuat dua atlet lainnya, Shouhong Chu dari China dan Reza Ali Pour Shenazandi Fard dari Iran, otomatis melaju ke final.
Medali emas diraih Shouhong Cu dengan catatan waktu 4,714 detik, perak diraih Ali Pour Shenazandi dengan 5,367 detik, dan perunggu menjadi milik Toktarov dengan catatan 7,342 detik.
Perjalanan Aditya menuju final sebelumnya diawali dengan penampilan gemilang pada babak kualifikasi, Rabu, 30 September 2026. Dia menjadi yang tercepat sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik.
Veddriq menempati peringkat kelima pada kualifikasi dengan waktu 4,78 detik. Rekor Asian Games sebelumnya, yang dicatat di Guangzhou, China, dipegang Veddriq dengan waktu 4,95 detik.