Tampil di Hari Kesaktian Pancasila, Konduktor Aubade Harap Prabowo Kembangkan Orkestra Pelajar

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Foto: BPMI Setpres.

Tampil di Hari Kesaktian Pancasila, Konduktor Aubade Harap Prabowo Kembangkan Orkestra Pelajar

Gabriella Thesa Widiari • 1 October 2026 15:03

Jakarta: Konduktor aubade peringatan Hari Kesaktian Pancasila Pipit Nurwidayati menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap pengembangan musik orkestra pelajar. Aspirasi tersebut disampaikan usai memimpin penampilannya di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

“Harapan ke pemerintah salah satunya lebih ke musik, terutama di orkestra. Ini sangat-sangat jarang untuk orkestra di remaja. Mungkin lebih, terutama untuk SMK itu, hanya satu-satunya di Jawa Barat,” kata Pipit di Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pipit bersama tim orkestra SMKN 2 Cibinong membutuhkan waktu latihan selama tiga minggu sebelum tampil dalam momentum nasional tersebut. Kekompakan serta solidaritas para pelajar menjadi kunci utama kesuksesan persembahan lagu-lagu perjuangan di hadapan Kepala Negara.

“Tim ini sebenarnya tim yang sangat-sangat solid. Dengan durasi tiga minggu kita latihan, kita menghasilkan karya-karya yang dapat dimainkan di Hari Kesaktian Pancasila,” ujar Pipit di Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pipit menjelaskan deretan lagu kebangsaan yang dibawakan bertujuan mengedukasi masyarakat untuk terus mengenang pahlawan. Selain itu, kebersamaan selama proses latihan menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila bagi para siswa.

“Yang disampaikan salah satunya bahwa kita mengenang jasa-jasa para pahlawan yang dahulu. Sehingga lagu-lagu perjuangan atau lagu-lagu nasional yang kita mainkan itu tersampaikan oleh masyarakat,” kata Pipit.

Pipit menambahkan semangat persatuan dalam tim orkestra dibangun tanpa memandang latar belakang para pelajar. Seluruh anggota tim memegang prinsip kebersamaan untuk menampilkan karya terbaik.

“Yang kita lakukan yaitu kebersamaan. Kebersamaan solid. Untuk merata, merakyat, yang penting tidak membeda-bedakan,” tuturnya.

Di samping kebanggaan tampil pada momentum nasional, Pipit secara terbuka mengundang Prabowo untuk meninjau kegiatan seni di sekolahnya. Ia mengaku siap memboyong tim orkestra pelajar untuk tampil secara langsung apabila mendapat kesempatan berdialog dengan Kepala Negara. 

“Semoga Bapak sekali-kali bisa menengok ke sekolah kami dan bisa melihat orkestra kami seperti apa, tingkatan remaja,” kata Pipit.


Presiden Prabowo Subianto menyapa siswa SMA usai upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Foto: Istimewa.

Pipit menegaskan dukungan sarana seperti ketersediaan alat musik menjadi kendala utama yang dihadapi saat ini. Bantuan infrastruktur seni dinilai penting agar kapasitas musik para siswa tidak terhenti pada ajang seremonial semata.

“Penginnya lebih maju lagi, dukungan dari Bapak. Kami mohon untuk istilahnya bantuan alat musik karena kita sangat membutuhkan di acara-acara seperti ini,” ujar Pipit.

(Gabriella Thesa Widiari)