Mengenal Frontier Market dan Bedanya dengan Emerging Market

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Mengenal Frontier Market dan Bedanya dengan Emerging Market

Ade Hapsari Lestarini • 16 October 2026 21:46

Jakarta: Frontier market merupakan salah satu kategori pasar saham dalam klasifikasi global yang digunakan untuk membantu investor memahami dan membandingkan karakteristik pasar di berbagai negara. Kategori ini menjadi bagian dari pengelompokan pasar saham yang dilakukan penyedia indeks global, termasuk MSCI, berdasarkan ukuran dan likuiditas saham serta kemudahan akses bagi investor.

Dilansir dari laman resmi MSCI melalui Market Classification Framework edisi Juni 2025, MSCI mengelompokkan pasar saham ke dalam empat kategori, yakni developed market, emerging market, frontier market, dan standalone market. Klasifikasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyusunan indeks saham MSCI yang membantu investor membandingkan peluang investasi di berbagai pasar.
 

Apa itu frontier market?


Frontier market merupakan kategori pasar saham yang memiliki karakteristik berbeda dari emerging market dan developed market berdasarkan kriteria klasifikasi MSCI. Kategori ini mencakup pasar yang memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas tertentu serta memiliki tingkat aksesibilitas yang sesuai dengan standar MSCI untuk pasar frontier.

Penentuan klasifikasi tersebut tidak hanya didasarkan pada tingkat pendapatan atau perkembangan ekonomi suatu negara. MSCI menggunakan tiga kriteria utama dalam kerangka klasifikasinya, yaitu perkembangan ekonomi, persyaratan ukuran dan likuiditas, serta aksesibilitas pasar.

Kriteria perkembangan ekonomi secara khusus digunakan untuk menentukan apakah suatu pasar dapat masuk kategori developed market. Sementara itu, ukuran dan likuiditas digunakan untuk menilai kelayakan saham dalam indeks, sedangkan aksesibilitas pasar mempertimbangkan pengalaman investor internasional ketika berinvestasi dan melakukan transaksi di suatu negara.
 

Kriteria penentuan frontier market


Dalam menilai aksesibilitas pasar, MSCI mempertimbangkan lima aspek utama. Aspek tersebut meliputi keterbukaan terhadap kepemilikan asing, kemudahan arus masuk dan keluar modal, efisiensi operasional pasar, ketersediaan instrumen investasi, serta stabilitas kerangka kelembagaan.

Keterbukaan terhadap kepemilikan asing berkaitan dengan kemudahan investor luar negeri memiliki saham di suatu pasar. Sementara itu, kemudahan arus modal mencakup kelancaran pemindahan dana masuk maupun keluar dari negara tersebut.


Ilustrasi. Foto: dok MI.
 

Efisiensi operasional juga menjadi pertimbangan, termasuk proses transaksi dan penyelesaian perdagangan saham. Selain itu, MSCI mengevaluasi ketersediaan instrumen investasi serta stabilitas kerangka kelembagaan yang memengaruhi pengalaman investor ketika bertransaksi.

Di sisi lain, ukuran dan likuiditas berkaitan dengan kelayakan saham untuk masuk ke dalam indeks. Ukuran mencakup kapitalisasi pasar perusahaan dan saham yang tersedia untuk investor, sedangkan likuiditas menunjukkan tingkat kemudahan saham diperdagangkan. Persyaratan minimum pada aspek tersebut berbeda untuk setiap kategori pasar.
 

Perbedaan frontier market dan emerging market


Perbedaan frontier market dan emerging market terutama terlihat pada persyaratan ukuran, likuiditas, dan aksesibilitas pasar dalam metodologi MSCI. Pasar yang masuk kategori harus memenuhi ambang batas tertentu yang lebih tinggi untuk sejumlah persyaratan tersebut dibandingkan pasar frontier.

Meski demikian, kategori ini tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu negara pasti lebih maju atau lebih tertinggal secara ekonomi. MSCI menegaskan, tingkat perkembangan ekonomi negara-negara dalam kelompok emerging market maupun frontier market sangat beragam.

Karena itu, klasifikasi tersebut lebih tepat dipahami sebagai pengelompokan pasar saham berdasarkan karakteristik dan kelayakan investasinya.
 

Mengapa klasifikasi frontier market penting?


Klasifikasi pasar membantu investor memahami karakteristik berbagai pasar saham dan membandingkan peluang investasi secara lebih terstruktur. Menurut MSCI, klasifikasi pasar merupakan salah satu masukan penting dalam penyusunan indeks karena menentukan kelompok pasar yang diwakili oleh indeks tersebut.

MSCI juga menyediakan indeks khusus frontier market untuk mengukur kinerja saham yang memenuhi kriteria dalam kategori tersebut. Indeks ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memantau pergerakan saham di pasar yang termasuk dalam kelompok frontier market.

Meski demikian, klasifikasi pasar bukan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan investasi. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko, kondisi ekonomi, likuiditas saham, regulasi, serta tujuan investasinya sebelum menentukan pilihan.

Dengan memahami klasifikasi frontier market, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih terstruktur mengenai posisi suatu pasar saham dalam peta investasi global. Klasifikasi ini juga membantu menjelaskan bagaimana penyedia indeks, seperti MSCI, membedakan pasar berdasarkan ukuran, likuiditas, dan aksesibilitas bagi investor internasional. (Tiaranissa Juliansyah)

(Ade Hapsari Lestarini)