Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, lumpuh akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. (Metro TV/ Tantawi Jauhari)
Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya
tantawi jauhari • 15 October 2026 19:21
Palangkaraya: Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, lumpuh selama tiga hari akibat kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Humas PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Andi Wiguna, mengatakan jarak pandang di bandara pada Kamis pagi berada di bawah 500 meter. Kondisi tersebut terus memburuk hingga jarak pandang hanya sekitar 300 meter.
"Pada hari ini, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut sejak pagi sangat minim. Angkanya di bawah 500 meter dan sekarang berada di 300 meter. Jadi, memang tidak memungkinkan untuk dilakukan kegiatan penerbangan," ujar Andi di Palangkaraya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Andi menambahkan, tidak ada penerbangan yang beroperasi pada hari ini. Kondisi serupa juga terjadi pada hari sebelumnya akibat terbatasnya jarak pandang.
"Untuk saat ini, jadwal operasional penerbangan tidak ada. Hari ini tidak ada penerbangan, begitu juga kemarin," jelasnya.

Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, lumpuh akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. (Metro TV/ Tantawi Jauhari)
Meski penerbangan terhenti, kegiatan operasional bandara tetap berjalan. Sejumlah calon penumpang mengaku kecewa karena tidak dapat berangkat sesuai jadwal dan terpaksa menunggu di bandara.
Salah satu calon penumpang, Endang, mengaku telah menunggu di bandara sejak Minggu. Ia berencana terbang dari Palangkaraya menuju Jakarta.
"Sudah satu minggu enggak bisa terbang karena asapnya terlalu tebal," ucapnya.