Lapangan Blang Padang Banda Aceh. Foto: Fajri Fatmawati
Fajri Fatmawati • 13 August 2024 11:18
Banda Aceh: Status kepemilikan Lapangan Blang Padang, salah satu ikon Kota Banda Aceh yang menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga kini masih menjadi polemik. Pangdam Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, mengaku pihaknya tengah menelusuri sejarah kepemilikan tanah tersebut. Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa Blang Padang pada dasarnya adalah milik rakyat dan akan dikembalikan jika terbukti bukan hak pakai TNI.
Niko menjelaskan, pihaknya telah menemukan dasar hukum hak pakai Blang Padang, namun akan terus menyelidiki sejarahnya mengingat nilai historis kawasan tersebut.
"Status Blang Padang itu tercatat di kami, bahkan kami sudah mendapatkan nomor PSP-nya bahwa itu adalah tercatat di kami. Tapi kami sedang menelusuri sejarahnya. Seperti kita ketahui sekeliling lapangan Blang Padang itu rumah dinas Pangdam dan gedung peninggalan Belanda, jadi sementara belum ada kejelasan tapi kami merawatnya dengan hati," kata Niko, Senin, 12 Agustus 2024.
Untuk menjaga kelestarian dan ketertiban Blang Padang, Niko menginstruksikan agar lapangan tersebut selalu bersih dan rapi. Pihaknya juga telah mengatur jadwal kegiatan keagamaan dan menutup lapak pedagang di waktu-waktu tertentu. Pangdam menekankan bahwa semua upaya perawatan dan pengelolaan Blang Padang dilakukan semata-mata untuk kepentingan rakyat.
"Jadi statusnya ada di kita itu dari Kementerian Keuangan, untuk lebih jelasnya coba cek di asisten logistik disana ada datanya semuanya," ujarnya.
Terkait pengelolaan Blang Padang, Pangdam menjelaskan pihaknya telah mempekerjakan sejumlah orang untuk menjaga kebersihan dan ketertiban lapangan. Pendapatan dari kegiatan di lapangan digunakan untuk membayar gaji karyawan dan biaya operasional lainnya. Kemudian pihaknya juga mengaku menyisihkan untuk kas Masjid Raya Baiturrahman (MRB).
Niko menegaskan kembali TNI tidak memiliki niat untuk menguasai Blang Padang. "Blang Padang bukan punya kami, tapi penunjukannya ke kami. Tapi kami merasa itu adalah punya rakyat. Jadi yakinlah selama kami pegang tidak ada niat kami untuk menguasai semua yang ada, punya TNI ini adalah milik rakyat kami menyadari itu betul, karena TNI adalah milik rakyat," tegas Pangdam.