Badai Melissa Hantam Jamaika sebagai Badai Kategori 5 Terkuat dalam Sejarah

Ilustrasi: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M

Badai Melissa Hantam Jamaika sebagai Badai Kategori 5 Terkuat dalam Sejarah

Fajar Nugraha • 29 October 2025 19:06

Kingston: Badai Melissa mendarat di Jamaika pada Selasa, 28 Oktober 2025 sebagai badai kategori 5 terkuat dalam sejarah tercatat negara kepulauan tersebut, dengan kecepatan angin mencapai 185 mil per jam.

Badai ini memicu banjir bandang, gelombang badai setinggi 13 kaki, dan hujan hingga 30 inci yang mengakibatkan pemadaman listrik massal dan kerusakan infrastruktur parah. Pakar ketahanan pesisir Universitas Northeastern memperingatkan pemulihan mungkin memakan waktu bertahun-tahun akibat kehancuran menyeluruh.

Stephen Flynn, direktur Global Resilience Institute, menggambarkan situasi ini mirip dengan kehancuran yang dialami Puerto Rico dan Dominika akibat Badai Maria tahun 2017.

"Kita benar-benar sedang melihat skenario yang sangat mirip," ujar Flynn, menekankan risiko runtuhnya sistem infrastruktur secara berantai, dikutip dari Northeastern Global News, Rabu, 29 Oktober 2025.

Hingga Selasa sore, sepertiga wilayah Jamaika telah mengalami pemadaman listrik, sementara jaringan air, transportasi, dan komunikasiterancam menyusul.

Dampak berantai

Para ahli memperingatkan bahwa kehancuran infrastruktur dapat memicu krisis beruntun. "Ketika Anda kehilangan listrik, pompa air berhenti bekerja. Sistem tenaga membutuhkan air untuk pendingin, sehingga pembangkit listrik ikut mati. Generator cadangan membutuhkan bahan bakar, namun transportasi terganggu," jelas Flynn, menggambarkan "skenario yang sangat menakutkan".

Pembangkit listrik utama Jamaika yang terletak di pesisir timur Kingston dinilai sangat rentan terhadap gelombang badai.

Faktor lain yang memperparah dampak Melissa adalah pergerakannya yang lambat yaitu hanya sekitar 7-9 mil per jam, sehingga memungkinkan angin dan hujan menyebabkan kerusakan lebih lama.

Qin Jim Chen, ahli ketahanan pesisir Northeastern, menjelaskan bahwa "angin bertiup lebih lama di atas struktur, menyebabkan lebih banyak kerusakan", sementara hujan yang tertahan memicu banjir mirip dengan yang terjadi di Houston akibat Badai Harvey tahun 2017.

Tantangan pemulihan jangka panjang

Dampak ekonomi diprediksi sangat signifikan mengingat ketergantungan Jamaika pada pariwisata dan pertanian. Jalur badai yang melintasi jantung wilayah pertanian dan destinasi wisata utama Montego Bay mengancam dua sektor vital tersebut.

Flynn mengingatkan bahwa Badai Maria tahun 2017 merusak "95 persen rumah dan menggunduli hutan" di Dominika, menunjukkan potensi kehancuran yang dihadapi Jamaika.

Pemanasan laut yang 1,4 persen lebih tinggi dari rata-rata turut berkontribusi pada intensitas badai, sementara topografi pegunungan Jamaika memperburuk banjir bandang dan meningkatkan kecepatan angin hingga 30 persen di daerah tinggi.

"Tidak ada bangunan yang dirancang untuk angin seperti ini kecuali mungkin beton," pungkas Chen.


(Muhammad Adyatma Damardjati)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Fajar Nugraha)