Wirausaha perempuan dari seluruh Indonesia mengikuti sosialisasi Pra-Kurasi Program PFpreneur 2026. Foto: Dok istimewa
Wirausaha Perempuan Didorong Tingkatkan Daya Saing
Eko Nordiansyah • 22 April 2026 15:04
Jakarta: Pertamina mendorong wirausaha perempuan ultra mikro hingga kecil untuk naik kelas dan berdaya saing. Sebanyak 3.489 wirausaha perempuan dari seluruh Indonesia mengikuti sosialisasi Pra-Kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring bertepatan dengan momen Hari Kartini, Selasa, 21 April 2026.
Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, menjelaskan, program PFpreneur hadir sebagai bagian komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem pembinaan UMKM yang komprehensif dan terintegrasi. Program PFpreneur yang berfokus pada pembinaan pengusaha wanita (womenpreneurship).
"Ini merupakan pintu gerbang pembinaan level preparation yang akan mempersiapkan para mitra binaan sebelum naik kelas ke pembinaan level onboarding, yakni Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO dan UMK Go Global," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 April 2026.
Pembekalan dasar usaha bagi wirausahawati
Mereka merupakan para wirausahawati yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dari 8.196 pendaftar program PFpreneur 2026. Lulus seleksi dan masuk tahap Pra-Kurasi, para womenpreneur terpilih tersebut akan mendapatkan pembekalan dasar usaha khususnya mengenai peran sebagai founder usaha, karakteristik pelanggan, serta value produk atau usaha yang dijalankan.Pra-kurasi menjadi tahap awal dari empat tahapan penguatan usaha program PFpreneur 2026, yakni pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final. Pembelajaran setiap tahapannya dilakukan secara asinkronus melalui platform e-learning PFseries yang berisi video pembelajaran serta penugasan dalam bentuk pre-test serta post-test.
.jpeg.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Kurikulum pembelajaran program PFpreneur dirancang bertahap, mulai dari penguatan mindset dan mental wirausaha, analisis pasar dan konsumen, tata kelola SDM dan keuangan, strategi pemasaran, hingga strategi penjualan dan peningkatan kapasitas digital.
"Kami memiliki program khusus perempuan yang bernama PFpreneur yang memang dirancang sebagai program pembinaan dasar yang akan memperkuat fondasi para womenpreneur sebelum nantinya kami bawa naik kelas ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di Pertamina Grup, misalnya UMK Academy," ujar Fety.
Bantu UMKM memperluas pasar
Diinisiasi oleh Pertamina Foundation sejak 2020, program PFpreneur telah mendampingi 6.325 UMKM perempuan dari berbagai jenis usaha, baik kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis untuk naik kelas menjadi wirausahawati yang tangguh, mandiri, kreatif dan berdaya saing.Dampak pembinaan PFpreneur dialami oleh Rifera, UMKM asal Sumatera Selatan yang menghadirkan produk eco-fashion seperti handbag, tas, dan aksesoris berbahan kulit kayu serta serat alami. Berawal dari usaha rumahan, kini Rifera menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sukses mencuri perhatian dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026, awal April lalu.
PFpreneur juga berperan dalam perjalanan Sofyani Mirah, pendiri UMKM Bananania asal Yogyakarta. Memulai perjalanannya sebagai champion PFpreneur pada 2020 dengan produk olahan pisang sederhana tanpa pewarna dan pengawet, Sofyani kemudian meraih Champion Go Global UMK Academy, tampil di Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan buyer internasional dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.
“Program ini menunjukkan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi sebagai energi penggerak pemberdayaan perempuan Indonesia,” tutup President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.
Program PFpreneur mendukung implementasi Asta Cita pemerintah poin ketiga berkaitan dengan mendorong kewirausahaan, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Pilar 5 Kesetaraan Gender dan Pilar 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.