Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Foto: ANTARA/Ho-Tim Media Menhan Sjafrie.
Menhan Instruksikan Prajurit YTP Jaga Harmonisasi dengan Rakyat
Fachri Audhia Hafiez • 23 April 2026 14:07
Jakarta; Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan seluruh prajurit di Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) untuk mempererat kemanunggalan dengan warga. Hal ini ditekankan Sjafrie saat melakukan kunjungan kerja guna memastikan kesiapan satuan dalam menjalankan tugas ketahanan pangan dan pengabdian masyarakat di wilayah Jawa Barat.
"Seluruh prajurit agar senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat serta menghindari segala tindakan yang dapat melukai hati rakyat, baik secara individu maupun sebagai satuan," tegas Sjafrie saat memberikan pengarahan di hadapan prajurit Brigif TP 34/Cakra Buana dan Yonif TP 889/Gagak Winangsih di Indramayu, dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Kunjungan Sjafrie berlanjut ke Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut. Sjafrie menjelaskan bahwa kehadiran YTP di berbagai daerah memiliki misi utama untuk melayani masyarakat, mulai dari menghadirkan ketahanan pangan, memberikan rasa aman, hingga membantu pembangunan infrastruktur.
Sjafrie menekankan bahwa pengabdian tersebut merupakan wujud nyata dari identitas TNI yang tidak terpisahkan dari rakyat. Ia berharap setiap prajurit memegang teguh jati dirinya sebagai pelindung bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai ideologi negara.
"Prajurit TNI berasal dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat, dan pada hakikatnya harus mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," jelas dia.
.jpg)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Lebih lanjut, purnawirawan jenderal tersebut mengingatkan jajaran YTP untuk menjadikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai kompas dalam setiap langkah penugasan. Ia menutup arahannya dengan pesan agar seluruh personel terus mengasah keterampilan tempur dan teritorial demi menghadapi berbagai spektrum ancaman negara.
"Prajurit harus meningkatkan kemampuan dan menjadikan setiap keterampilan yang dimiliki sebagai bekal dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap negara, sekaligus untuk melindungi segenap rakyat Indonesia," ucap dia.