Sejarah Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji dan Makna di Baliknya

Metro TV/Renggi Putrima

Sejarah Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji dan Makna di Baliknya

Putri Purnama Sari • 26 May 2026 19:44

Jakarta: Lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilakukan umat Islam di Mina, Arab Saudi. Ritual ini dilakukan dengan melempar batu kecil ke tiga titik jumrah, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wusta, dan Jumrah Aqabah.

Di balik pelaksanaannya, lempar jumrah memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan godaan setan saat menjalankan perintah Allah Swt..

Apa Itu Lempar Jumrah? 

Lempar jumrah adalah prosesi melempar batu kerikil ke tiang atau tempat tertentu di Mina sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.

Ibadah ini biasanya dilakukan pada 10 Zulhijah dan hari-hari tasyrik, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah oleh para jemaah haji.

Selain menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji, lempar jumrah juga mengandung makna spiritual tentang keteguhan iman dan ketaatan kepada Allah Swt..

Sejarah Lempar Jumrah

Sejarah lempar jumrah berawal dari kisah Nabi Ibrahim as. ketika mendapat perintah dari Allah Swt. untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail as..

Saat hendak menjalankan perintah tersebut, setan datang untuk menggoda Nabi Ibrahim agar mengurungkan niatnya. Namun, Nabi Ibrahim tetap teguh menjalankan perintah Allah Swt..

Menurut riwayat, setan muncul di tiga tempat berbeda. Setiap kali setan datang menggoda, Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Ibrahim untuk melemparinya dengan batu kecil.

Nabi Ibrahim kemudian melempar setan menggunakan tujuh butir kerikil hingga setan pergi. Peristiwa inilah yang menjadi asal-usul ritual lempar jumrah dalam ibadah haji.

Tidak hanya Nabi Ibrahim, godaan setan juga disebut menghampiri Siti Hajar dan Nabi Ismail as.. Namun, keduanya tetap taat dan tidak terpengaruh oleh tipu daya setan.

Makna Lempar Jumrah bagi Umat Islam

Lempar jumrah bukan sekadar ritual melempar batu, tetapi memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Prosesi ini melambangkan perlawanan manusia terhadap hawa nafsu, godaan setan, dan segala bentuk keburukan yang dapat menjauhkan diri dari Allah Swt..

Melalui lempar jumrah, umat Islam diajarkan untuk meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim as. dalam menjalankan perintah Allah meskipun menghadapi ujian berat.

(Muhamad Marup)