Keteladanan Syafii Maarif Diperingati lewat Pentas Kaba

Guru Bangsa Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Keteladanan Syafii Maarif Diperingati lewat Pentas Kaba

M Sholahadhin Azhar • 1 June 2026 20:45

Jakarta: Keteladanan Guru Bangsa Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif, diperingati melalui Pentas Kaba. Pentas tersebut diinisiasi MAARIF Institute, yang mengajak masyarakat meneladani keteladanan Buya Syafii.

“Satu momen reflektif yang menyentuh sisi emosional dan intelektual hadirin sebelum memasuki pertunjukan utama adalah sesi membaca ulang Kuliah Umum Buya Syafii Maarif,” kata Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, dalam keterangan yang dikutip Senin, 1 Juni 2026.
 


Hal itu diungkap Andar saat membuka peringatan hari lahir dan empat tahun wafatnya Buya Syafi'i Maarif. Menurut dia, momentum ini merupakan salah satu upaya untuk merawat dan mengembangan pemikiran dan gagasan Buya Syafii, di tengah kehidupan bangsa yang majemuk.

Peringatan digelar di Padang Panjang, 1 Juni 2026. Agenda tersebut merupakan rangkaian peringatan lintas wilayah yang digelar di Yogyakarta, Sumatra Barat, dan Jakarta.

Manajer Pelaksana, Akbar Nicholas, menjelaskan skema tahun ini dirancang bergerak secara estafet di tiga kota besar tersebut. Simulai dari keberhasilan MAARIF Institute menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk "Suluh Bangsa" hasil kolaborasi apik dengan Kiniko Art di Yogyakarta pada akhir pekan lalu. 

Melanjutkan estafet kultural tersebut, Sumatra Barat selanjutnya menjadi tuan rumah agenda utama kedua. Dalam hal ini, MAARIF Institute bekerja sama dengan Komunitas Talago Buni dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang mempersembahkan Pentas Budaya kolaboratif bertajuk "Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau" pada Minggu, 31 Mei 2026, di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, ISI Padang Panjang. 

Seluruh rangkaian perayaan Bulan Buya ini nantinya akan bergerak menuju puncaknya yang direncanakan bertempat di Jakarta pada pertengahan bulan Juni mendatang.

“Dipilihnya Ranah Minang sebagai simpul kedua dari rangkaian tiga kota ini membawa pesan mendalam. Agenda pentas budaya yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum ini bukan sekadar sebuah tontonan semata, melainkan sebuah undangan terbuka untuk merenung bersama di tengah riuh dan dinamisnya tantangan zaman,” kata Akbar Nicholas.


Pentas Budaya kolaboratif bertajuk "Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau" pada Minggu, 31 Mei 2026, di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, ISI Padang Panjang. Foto: Dok. Istimewa.

Melalui medium pertunjukan seni bertutur, ingatan serta ketegasan moral Buya Syafii Maarif dihidupkan kembali, mengajak kita semua untuk pulang pada nilai-nilai keadaban luhur yang dihidupkan beliau sepanjang perjalanan hidupnya, salah satunya di bumi Minangkabau.

Gagasan jernih yang pernah disampaikan langsung oleh Buya di kampus ISI Padang Panjang pada 16 Maret 2015 silam disuarakan kembali oleh Dede Pramayoza. Sesi pembacaan ulang ini diharapkan mampu memanggil kembali kejernihan berpikir sang Guru Bangsa agar dapat diserap dan direnungkan oleh generasi hari ini.

Sebagai puncak acara, panggung pertunjukan sepenuhnya diisi oleh Pagelaran Bertutur tentang Guru Bangsa yang dikawal langsung oleh Edy Utama selaku Direktur Artistik. Narasi kebangsaan ini dialunkan secara apik melalui tangan dingin duet Music Director Muhammad Halim dan Susandra Jaya, serta dituturkan secara teatrikal oleh narator Andria C. Tamsin dan Dede Primayoza.

Jiwa dari pertunjukan kolaboratif ini semakin hidup lewat harmoni musik serta vokal dari para seniman Komunitas Talago Buni, yaitu Emri, Hasanawi, Febrianti, dan Anna Amelia Putri, dengan seluruh dinamika visualnya diabadikan secara estetis oleh videografer Harista Wijaya. Menurut Edy Utama, pendekatan multi-media ini sengaja dipilih, dengan harapan pemikiran dan gagasan Buya Syafii dapat dipahami secara lebih luas oleh kalangan masyarakat.

Melalui Pentas Budaya "Kaba Kebangsaan" ini, seluruh pihak yang terlibat berharap dapat merajut kembali tenun sosial, kemanusiaan, dan keadaban bangsa yang sepanjang hidupnya konsisten diperjuangkan oleh Buya Syafii Maarif. MAARIF Institute dengan penuh kehangatan berharap seluruh lapisan masyarakat, akademisi, mahasiswa, budayawan, serta para pencinta seni yang hadir, dapat duduk bersma dengan meresapi tutur kebudayan ini, serta bersama-sama memastikan api nurani kebangsaan tetap menyala.

(Fachri Audhia Hafiez)