Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Ancam Jateng hingga Kamis Pagi

Cuaca hujan dan kabut tebal menyelimuti Japan menuju kawasan dataran tinggi Dieng di Wonosobo Rabu (27/5) sore. (MI/AS)

Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Ancam Jateng hingga Kamis Pagi

Media Indonesia • 27 May 2026 21:39

Semarang: Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sembilan daerah di Jawa Tengah hingga Kamis pagi, 28 Mei 2026. Terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. 

"Waspadai bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di 9 daerah di Jawa Tengah terutama pada malam hingga dini hari," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Rabu malam, 27 Mei 2026. 

Pada malam Rabu hingga Kamis dini hari, 28 Mei 2026, umumnya berawan. Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur tidak merata di Jawa Tengah. 



Ilustrasi hujan. (Medcom.id)

Daerah berpotensi cuaca ekstrem pada Rabu malam hingga Kamis pagi, yakni Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Temanggung, Kajen, Pekalongan dan Tegal. Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang.

Menurut Agus, angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam, suhu udara berkisar 14-30 derajat celsius dan kelembaban udara berkisar 75-95 persen. Dia mengimbau warga berada di lereng perbukitan dan di daerah aliran sungai (DAS) diminta waspada bencana hidrometeorologi.

Gelombang Tinggi 2,5 Meter Ancam Kawasan Pantai Utara dan Selatan

Sementara itu, gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter masih berlangsung di perairan selatan dan ketinggian 1 hingga 1,25 meter di perairan utara. Air laut pasang yang berlangsung sejak pukul 14.00-17.00 WIB mengakibatkan banjir masih merendam di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara dan Pati.

"Gelombang tinggi yang masih berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang, terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot," jelas Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.

Sedangkan air laut pasang atau rob di perairan utara Jawa Tengah, kata Sri, mengakibatkan banjir hingga merendam sejumlah daerah di Pantura. Keadaan itu dinilai cukup mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan dan budidaya perikanan darat serta petani garam. (MI/AS)

(Lukman Diah Sari)