Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: MI/Insi Nantika Jelita.
Bahlil Pastikan Kontrak Impor Minyak dari Rusia Sudah Diteken
Eko Nordiansyah • 25 June 2026 14:05
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kontrak impor minyak mentah dari Rusia telah dilakukan dan siap dikembangkan lebih lanjut.
“Saya coba cek secara teknis, ya. Tapi yang saya tahu adalah kontrak sudah dilakukan oleh Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi), BLU (Badan Layanan Umum) daripada Kementerian ESDM,” kata Bahlil saat ditemui di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 25 Juni 2026.
Terkait volume minyak mentah yang akan diimpor dari Rusia, ia mengatakan terdapat potensi pengembangan lebih jauh.
“Untuk volume dia itu bisa berkembang lebih banyak lagi. Tapi nanti kontraknya coba saya liat lagi,” ujar Bahlil.
“Kita kan sudah ada deal antara G2G (government-to-government) dengan Presiden Putin dan Presiden Prabowo. Dan saya sudah juga melakukan komunikasi dengan Menteri ESDM Rusia,” kata dia.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Impor minyak mentah Rusia
Adapun sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan Indonesia tetap akan melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia, meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka kembali di tengah deeskalasi ketegangan di Timur Tengah.Langkah itu menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia, yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, sebagai tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia.
Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov mengatakan Pemerintah Indonesia masih belum mengajukan permintaan spesifik terkait pembelian minyak dan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan negaranya.
“Kami juga memerlukan informasi yang lebih spesifik dari pemerintah Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia, jenis minyak apa yang mereka perlukan, berapa jumlah minyaknya, pelabuhan mana yang akan digunakan, dan bagaimana pembayaran akan dilakukan,” kata Tolchenov di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2026.
Dia mengatakan hal itu mungkin merupakan masalah teknis, tetapi menjadi sangat praktis dan harus dibahas dalam setiap kontrak.