PM Meloni Marah Besar saat Sekjen NATO Ungkap Peran Italia dalam Perang AS-Iran

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Foto: Anadolu

PM Meloni Marah Besar saat Sekjen NATO Ungkap Peran Italia dalam Perang AS-Iran

Muhammad Reyhansyah • 26 June 2026 09:59

Antibes: Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menuding Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memberikan penjelasan yang menyesatkan terkait keterlibatan Italia dalam perang Amerika Serikat (AS)-Iran. 

Menurut Meloni, pernyataan Rutte telah menimbulkan kesan seolah-olah Italia ikut mendukung serangan militer terhadap Iran, padahal Roma hanya mengizinkan penggunaan pangkalan untuk kepentingan logistik dan teknis.

Pernyataan itu disampaikan Meloni pada Kamis, 25 Juni 2026 sebagai tanggapan atas wawancara Rutte dengan Fox News sehari sebelumnya. Dalam wawancara tersebut, Rutte berupaya menjawab kritik Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara anggota NATO yang dinilai kurang berkontribusi selama konflik dengan Iran.

Rutte mengatakan Italia memainkan peran penting dengan mengizinkan sekitar 500 pesawat militer AS menggunakan pangkalan udara di wilayahnya selama operasi terhadap Iran.

Pernyataan itu langsung memicu polemik politik di Italia. 

Oposisi menuding Meloni telah menyesatkan publik karena sebelumnya berulang kali menegaskan Italia tidak ikut terlibat dalam perang dan hanya mengizinkan aktivitas logistik serta teknis di pangkalan militer AS yang berada di negaranya.

Meloni: Rutte Mencampuradukkan Fakta

Meloni membantah pernyataan Rutte dan menilai Sekjen NATO itu mencampuradukkan berbagai jenis penerbangan sehingga memunculkan kesan yang keliru mengenai peran Italia.

"Dalam penjelasannya -,sebut saja karena terlalu bersemangat,- sekretaris jenderal telah mencampuradukkan hal-hal yang sebenarnya berbeda dan membingungkan jenis-jenis penerbangan yang diizinkan," kata Meloni kepada wartawan dalam KTT Prancis-Italia di Prancis selatan, dikutip dari Politico.

Ia menegaskan Italia sama sekali tidak ikut dalam perang melawan Iran.

"Kami tidak berpartisipasi dalam konflik dengan Iran. Lagi pula, jika kami benar-benar ikut dalam konflik itu, tidak akan ada alasan bagi presiden Amerika Serikat untuk terus menyampaikan kekecewaannya terhadap Italia," ujar Meloni.

Meloni kembali menegaskan bahwa pemerintah Italia hanya mengizinkan penggunaan pangkalan militer AS untuk kegiatan logistik dan teknis, bukan operasi tempur.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan Rutte menyampaikan pernyataan tersebut.

"Saya tidak tahu mengapa Rutte memberikan penjelasan yang terlalu disederhanakan seperti itu. Mungkin itu merupakan upaya untuk mempersiapkan KTT NATO sebaik mungkin. Namun, dalam situasi seperti ini kita harus berhati-hati ketika berbicara mengenai persoalan semacam ini," kata Meloni.

Sebelumnya, Trump juga melontarkan kritik kepada Italia karena menolak memberikan akses bagi pesawat pengebom AS untuk menggunakan pangkalan militer di negara tersebut dalam operasi terhadap Iran.

NATO Beri Klarifikasi

Menanggapi polemik tersebut, juru bicara NATO Allison Hart menegaskan bahwa pernyataan Rutte sebenarnya merujuk pada dukungan logistik dan teknis, bukan keterlibatan Italia dalam operasi militer.

Menurut Hart, Rutte hanya menyoroti bagaimana negara-negara sekutu, termasuk Italia, menjalankan perjanjian bilateral yang telah berlaku terkait penggunaan pangkalan militer dan izin penerbangan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada Kamis telah membahas persoalan tersebut dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Meloni mengatakan pemerintah Iran memahami bahwa telah terjadi kesalahpahaman terkait pernyataan Rutte mengenai peran Italia dalam konflik tersebut.

(Fajar Nugraha)