Salah satu akses jalan di Desa Tonggolobibi, Kabupaten Donggala yang rusak akibat banjir sehingga sejumlah ruas jalan di wilayah itu terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, Rabu (10/12/2025). ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Longsor dan Banjir Terjang 4 Desa di Donggala Sulteng
Lukman Diah Sari • 10 December 2025 14:15
Donggala: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak empat desa di Kabupaten Donggala, terdampak banjir dan tanah longsor. Bencana hidrometeorologi itu terjadi karena curah hujan tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus mengatakan empat desa itu terdiri dari Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Desa Rerang, Kecamatan Dampelas terjadi banjir dan banjir rob. Kemudian, Desa Lende Tovea Sirenja dan Desa Sabang Dampelas terjadi tanah longsor.
"Untuk banjir di Tonggolobibi dan Rerang disebabkan hujan deras yang menyebabkan air sungai meluap akibat debit air meningkat dan tanggul bendungan jebol serta air memasuki area persawahan dan permukiman warga setempat setinggi 100 cm," kata Akris saat ditemui awak media di Kota Palu, Rabu, 10 Desember 2025, melansir Antara.
"Kebutuhan mendesak saat ini seperti normalisasi sungai, perbaikan tanggul, saluran, jembatan, dan bantuan bibit serta pupuk," ungkap Akris.
.jpeg)
Salah satu akses jalan di Desa Tonggolobibi, Kabupaten Donggala yang rusak akibat banjir sehingga sejumlah ruas jalan di wilayah itu terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, Rabu (10/12/2025). ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Dia menerangkan bahwa di Desa Lende Tovea Sirenja terjadi banjir rob yang mengakibatkan satu unit kantor desa dan SDN 3 Sirenja terendam air. Kemudian di Desa Sabang, Kecamatan Dampelas, terjadi longsor di sisi ruas sungai tergerus akibat debit air sungai tinggi.
"Sebanyak 10 unit rumah warga dan satu bangunan majelis taklim terdampak longsor tersebut," ujar dia.