AS Dorong Penguatan Pengawasan Teknologi Sensitif demi Keamanan Rantai Pasok ASEAN

Kuasa Usaha Misi Amerika untuk ASEAN, Thao Anh Tran, dalam pembukaan SEAFEC di Jakarta, Rabu, 16 September 2026. (Metrotvnews.com)

AS Dorong Penguatan Pengawasan Teknologi Sensitif demi Keamanan Rantai Pasok ASEAN

Muhammad Reyhansyah • 16 September 2026 12:08

Jakarta: Amerika Serikat (AS) mendorong negara-negara ASEAN untuk memperkuat sistem pengawasan perdagangan strategis atau Strategic Trade Management (STM) guna mencegah penyalahgunaan teknologi sensitif sekaligus menjaga keamanan rantai pasok regional.

Hal itu disampaikan Kuasa Usaha Misi Amerika untuk ASEAN, Thao Anh Tran, dalam pembukaan 5th Annual Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC), yang merupakan bagian dari Indonesia Strategic Trade Management (IDSTM) Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

“Pengendalian ekspor merupakan bagian penting dari perangkat kebijakan ekonomi kami. Pengendalian ini membantu melindungi teknologi sensitif dari pengalihan, sekaligus mendukung rantai pasok yang aman dan tangguh serta menciptakan kesetaraan dalam perdagangan dan investasi dengan mitra terpercaya,” kata Thao.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara menciptakan peluang besar bagi inovasi dan kemakmuran. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti tantangan berupa meningkatnya risiko pengalihan teknologi sensitif ke pihak yang tidak semestinya.

Thao mengatakan, kompleksitas rantai pasok global terus meningkat. Kondisi itu, menurutnya, memperbesar potensi paparan terhadap jaringan proliferasi ilegal, pengalihan teknologi guna ganda atau dual-use technology, serta tekanan pemeriksaan dan penyaringan yang dapat membebani sistem kepabeanan.

“Tidak ada satu negara pun yang menghadapi tantangan ini secara terpisah,” ujarnya.

Karena itu, Thao menilai ASEAN membutuhkan pendekatan regional yang terkoordinasi untuk memperkuat sistem pengawasan perdagangan strategis.

AS-Indonesia Dorong Kerangka Regional

Thao menyampaikan, kegiatan SEAFEC di Jakarta menjadi kesempatan bagi negara-negara ASEAN untuk berbagi praktik terbaik, menyelaraskan sistem, serta membangun kerangka regional terkait pengawasan perdagangan strategis.

Kerangka tersebut juga dikenal sebagai Strategic Trade Management atau STM.

“Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah Indonesia karena menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dalam kegiatan ini. Kepemimpinan Indonesia mencerminkan komitmen bersama negara-negara anggota ASEAN untuk menangani STM,” kata Thao.

Ia menyebut Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan salah satu kekuatan utama dalam perdagangan global.

Menurut Thao, posisi tersebut membuat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam penerapan STM di kawasan Asia Tenggara, terutama melalui standar keamanan, keterbukaan, dan kerja sama.

“Pengaruh tersebut membawa kewajiban untuk menjadi contoh penerapan STM bagi kawasan Asia Tenggara lainnya dengan menjalankan standar keamanan, keterbukaan, dan kerja sama yang kuat di panggung dunia,” ujarnya.

Thao juga menyoroti hubungan ekonomi Amerika Serikat dan ASEAN. Pada 2025, nilai perdagangan dua arah barang dan jasa antara Amerika Serikat dan ASEAN diperkirakan mencapai USD686 miliar.

Perkuat Keamanan dan Kepercayaan Perdagangan

Ia mengatakan, penguatan sistem pengawasan perdagangan strategis dapat membantu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih aman dan dapat diprediksi.

Pendekatan regional, lanjutnya, tidak hanya berfungsi meningkatkan keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan di antara mitra dagang dan investor.

“Pendekatan di seluruh kawasan tidak hanya akan meningkatkan keamanan, tetapi juga mendorong kepercayaan yang lebih besar di antara mitra dagang, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih dapat diprediksi dan aman bagi pertumbuhan ekonomi serta inovasi,” kata Thao.

SEAFEC merupakan bagian dari IDSTM2026 yang digelar di Jakarta pada 16–18 September 2026. 

Forum ini diselenggarakan bersama oleh pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat untuk mendorong dialog regional mengenai pengelolaan perdagangan strategis, dengan fokus pada keamanan rantai pasok manufaktur semikonduktor, ancaman teknologi kecerdasan buatan dan teknologi baru, serta keamanan rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang.

Forum tersebut mempertemukan lebih dari 300 perwakilan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, sektor swasta, dan lembaga pemikir dari negara-negara ASEAN serta negara mitra. 

Agenda SEAFEC mencakup pembahasan standar internasional dan kerangka regional dalam penerapan STM, pertukaran pengalaman dalam membangun sistem pengawasan perdagangan strategis, serta tantangan baru terkait semikonduktor, kecerdasan buatan, dan transfer teknologi tidak berwujud. Forum ini juga membahas peluang penguatan kerja sama ASEAN dalam membangun kerangka STM regional.

Baca juga: ASEAN-AS Perkuat Kerja Sama, Jadi Jangkar Stabilitas dan Pertumbuhan Kawasan

(Willy Haryono)