Tangani Karhutla di TNWK, Komite Gabungan Integrasikan Drone hingga Sumur Bor

Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berkontribusi aktif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi setempat. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Tangani Karhutla di TNWK, Komite Gabungan Integrasikan Drone hingga Sumur Bor

Lukman Diah Sari • 20 September 2026 16:49

Bandar Lampung: Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) turut dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi tersebut. Bantuan diberikan dalam bentuk fisik, logistik, hingga teknologi.

"Bentuk dukungan diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik bagi personel garda terdepan, pengadaan mesin pompa air beserta selang pemadam, hingga penyediaan sarana penampungan air berupa sumur bor dan embung," kata Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto, di Bandar Lampung, Minggu, 20 September 2026, melansir Antara.

Sriyanto turun langsung memimpin dan membantu proses pemadaman api bersama tim gabungan serta masyarakat setempat. Ia menyebutkan, guna menjaga ketahanan fisik petugas di lapangan, komite memastikan seluruh kebutuhan logistik serta peralatan operasional terpenuhi secara optimal.

Untuk mengatasi kendala keterbatasan sumber air di area kebakaran, komite menyiapkan langkah strategis dengan membangun tampungan air terpadu. Tampungan ini merupakan kombinasi antara embung dan sumur bor yang diletakkan di titik-titik elevasi rendah.

"Penampungan ini menggabungkan sumur bor dan embung. Ketika musim hujan, ketersediaan air dapat terjaga, sedangkan pada musim kemarau dapat difungsikan sekaligus sebagai tempat minum gajah," ujarnya.

Sriyanto menjelaskan, fasilitas air tanah tersebut rencananya akan dialokasikan di 10 titik strategis di dalam kawasan. Saat ini, dua lokasi telah beroperasi penuh, sementara delapan titik lainnya masih dalam tahap survei teknis.

Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berkontribusi aktif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi setempat. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Selain infrastruktur air, mitigasi karhutla juga ditunjang oleh sistem pengawasan digital berupa kamera CCTV 360 derajat. Kamera ini dipasang setiap interval satu kilometer di sepanjang 167 kilometer garis batas kawasan konservasi.

Sistem pengawasan tersebut langsung terhubung ke pusat komando serta terintegrasi dengan pesawat nirawak (drone) dan kamera jebak (trap camera). Teknologi ini dikerahkan untuk mendeteksi titik api secara dini sekaligus mengawasi indikasi aktivitas ilegal di dalam hutan.

Sriyanto mengajak seluruh aparatur desa dan masyarakat di kawasan penyangga untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan.

"Berdasarkan pengalaman penanganan karhutla ini, mari kita bersama-sama menjaga dan mengamankan kawasan hutan dari potensi gangguan serta perambahan liar," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)