Kepala Kanwil Imigrasi Jambi Petrus Teguh Aprianto saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus dugaan kekerasan yang dialami warga Jambi di Malaysia, di Jambi, Jumat (19/6/2026). ANTARA/HO-Humas Imigrasi Jambi.
Kanwil Imigrasi Jambi Selidiki Kasus Kekerasan WNI di Malaysia
Whisnu Mardiansyah • 19 June 2026 13:31
Jambi: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Jambi tengah mendalami kasus dugaan kekerasan yang dialami seorang perempuan warga Kabupaten Bungo di Malaysia, menyusul beredarnya video di media sosial baru-baru ini.
"Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami oleh yang bersangkutan. Saat ini Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo sedang melakukan penelusuran guna memastikan informasi yang beredar dan untuk memperoleh data yang akurat," kata Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Aprianto, di Jambi, seperti dilansir Antara, Jumat, 19 Juni 2026.
Petrus menyampaikan pihaknya melalui Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo telah melakukan penelusuran awal. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan warga Desa Lubuk Mayang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Dari hasil pemeriksaan data keimigrasian, yang bersangkutan tidak pernah melakukan permohonan maupun penerbitan paspor pada Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo maupun kantor imigrasi lain di wilayah Provinsi Jambi.
Saat ini, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo tengah melakukan penelusuran lebih lanjut dengan pihak keluarga guna memperoleh informasi terkait kondisi dan keberadaan yang bersangkutan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menegaskan pemerintah terus mengawal penanganan insiden yang melibatkan sejumlah PMI di Taichung, Taiwan. (Foto: Dok. Kementerian P2MI)
Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jalur resmi dan melengkapi dokumen perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku saat akan bekerja atau beraktivitas di luar negeri.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 1 menit 29 detik yang memperlihatkan seorang perempuan dengan luka memar dan lebam di sejumlah bagian tubuhnya. Perempuan tersebut diduga menjadi korban kekerasan fisik saat bekerja di Malaysia.