AS Serang Lebih dari 30 Target ISIS di Suriah dalam Operasi Balasan

Pesawat jet tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat. (Anadolu Agency)

AS Serang Lebih dari 30 Target ISIS di Suriah dalam Operasi Balasan

Willy Haryono • 15 February 2026 09:56

Damaskus: Militer Amerika Serikat melancarkan puluhan serangan terhadap target Islamic State (ISIS) di Suriah, yang merupakan balasan atas kematian dua prajurit dan penerjemah AS.

Komando Pusat AS (CentCom) menyatakan telah melakukan 10 serangan terhadap lebih dari 30 target ISIS di Suriah sejak 3 Februari hingga Kamis untuk “mempertahankan tekanan militer tanpa henti terhadap sisa-sisa jaringan teroris tersebut.”

Serangan dalam 1,5 pekan terakhir itu menargetkan infrastruktur dan fasilitas penyimpanan senjata ISIS dengan amunisi presisi yang diluncurkan dari pesawat sayap tetap, helikopter, dan pesawat tanpa awak, menurut pejabat CentCom yang dikutip UPI, Minggu, 15 Februari 2026.

Serangan udara tersebut melanjutkan Operasi Hawkeye Strike oleh Komando Pusat AS setelah penyergapan ISIS pada 13 Desember yang menewaskan dua anggota Garda Nasional Iowa, Sersan Edgar Brian Torres-Tovar (25) dan Sersan William Nathaniel Howard (29), serta penerjemah sipil mereka, Ayad Mansoor Sakat (54), yang berasal dari Michigan. Tiga anggota pasukan keamanan Suriah juga terluka dalam penyergapan itu.

“Tidak ada tempat aman bagi mereka yang melakukan, merencanakan, atau menginspirasi serangan terhadap warga Amerika dan prajurit kami. Kami akan menemukan Anda,” kata Komandan CentCom Laksamana Brad Cooper dalam sebuah pernyataan setelah pasukan AS menewaskan Bilal Hasan al-Jasim yang berafiliasi dengan Al-Qaeda pada Januari.

CentCom juga melakukan lima serangan terhadap lokasi komunikasi, simpul logistik, dan fasilitas penyimpanan senjata ISIS dari 27 Januari hingga 2 Februari.

Serangan selama dua bulan terakhir telah menewaskan atau menangkap lebih dari 50 militan ISIS dan menghantam lebih dari 100 lokasi infrastruktur ISIS dengan ratusan amunisi presisi, menurut CentCom.

Pasukan Suriah telah membantu militer AS menghentikan upaya ISIS membangun kembali infrastruktur dan kemampuannya. Pada Jumat, sebanyak 5.700 tahanan dipindahkan ke Irak untuk diadili di pengadilan.

Langkah itu terjadi ketika militer AS mengurangi jumlah pasukannya di Suriah dengan mengevakuasi pangkalan militer di al-Tanf setelah 10 tahun penempatan di lokasi tersebut.

Baca juga:  Serangan Balasan AS Hantam Sejumlah Posisi ISIS di Suriah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)