Pengungsi Banjir di Makassar Terus Bertambah

Ilustrasi. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau langsung salah satu lokasi pengungsian warga yang terdampak banjir di Kota Mamassar. ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Pengungsi Banjir di Makassar Terus Bertambah

Lukman Diah Sari • 26 February 2026 08:57

Makassar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat jumlah pengungsi terus bertambah akibat banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data terakhir Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar, jumlah pengungsi di Makassar bertambah menjadi 878 jiwa dari 239 kepala keluarga yang tersebar di 15 titik pengungsian.

"Titik pengungsian tersebar di beberapa tempat seperti masjid, sekolah hingga posyandu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Fadli Tahir di Makassar, Kamis, 26 Februari 2026, melansir Antara.


Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar saat membantu warga mengungsi ke titik pengungsian yang telah disiapkan akibat banjir diberbagai lokasi di Makassar, Rabu (25/2/2026). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Sejak terjadinya cuaca ekstrem, BPBD Makassar telah menerjunkan seluruh personel TRC yang disebar di titik-titik terdampak untuk memastikan keselamatan warga. Personel BPBD secara sigap juga telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan, melakukan asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa.

"Kami juga terus memantau tinggi muka air melalui sistem EWS dan AWLR,” ujarnya.

BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Peralatan evakuasi, termasuk perahu karet dan perlengkapan keselamatan juga terus disiagakan apabila terjadi peningkatan debit air.

Hingga saat ini, kata Fadli, situasi secara umum aman dan terkendali, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan menghindari jalur dengan genangan tinggi. Apalagi, Balai Besar Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV Makassar juga telah merilis potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan yang prakiraan berlangsung sejak 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

Maka dari itu, pemangku kebijakan dan masyarakat Sulsel diharapkan agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam setiap kondisi kebencanaan demi melindungi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)