Yaman Tegaskan Kemajuan Houthi Tak Akan Jadi Penguasaan Wilayah Permanen

Pemberontak Houthi di Yaman. Foto: Anadolu

Yaman Tegaskan Kemajuan Houthi Tak Akan Jadi Penguasaan Wilayah Permanen

Muhammad Reyhansyah • 11 September 2026 20:27

Sanaa: Dewan Pertahanan Nasional Yaman menegaskan setiap kemajuan militer kelompok Houthi di medan perang hanya bersifat sementara dan tidak akan berubah menjadi penguasaan wilayah secara permanen. 

Pernyataan itu disampaikan setelah Houthi dilaporkan maju di sejumlah wilayah strategis di pesisir barat Yaman yang berada dekat Selat Bab al-Mandab.

Menurut laporan kantor berita resmi Saba, Kamis, 10 September 2026, dewan yang dipimpin Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Rashad al-Alimi menyebut upaya Houthi mengubah kemenangan sementara di medan perang menjadi "kenyataan politik atau geografis permanen" merupakan sebuah ilusi.

“Kemajuan sementara di medan perang tidak memberikan hak kepada Houthi untuk memaksakan penguasaan wilayah melalui kekuatan,” kata dewan tersebut, dikutip dari Anadolu.

Pernyataan itu muncul setelah media Yaman melaporkan pasukan Houthi memasuki sejumlah wilayah di distrik Hays dan Al-Khawkhah, Provinsi Al-Hudaydah, setelah pasukan pemerintah dan kelompok sekutunya menarik diri dari posisi mereka di kawasan tersebut.

Wilayah pesisir barat Yaman memiliki nilai strategis karena mencakup kawasan sekitar Mokha dan berada dekat Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran utama dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Dewan Pertahanan Nasional Yaman mengatakan tidak ada bagian wilayah negara yang boleh berada di luar kedaulatan pemerintah atau digunakan sebagai pangkalan untuk mengancam Yaman, negara-negara tetangga, maupun pelayaran internasional.

Dewan juga menegaskan Yaman akan terus mempertahankan Selat Bab al-Mandab, wilayah pesisir, pulau-pulau, dan perairan teritorialnya sebagai bagian dari upaya menjaga kebebasan navigasi, keamanan maritim, serta stabilitas perdagangan global.

Dalam pernyataan yang sama, pemerintah Yaman mengecam serangkaian serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan menyatakan solidaritas penuh kepada Riyadh. Dewan menyalahkan Houthi atas eskalasi konflik dan memperingatkan kelompok tersebut akan menanggung konsekuensi dari tindakannya.

Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi kembali meningkat sejak Juli setelah relatif mereda selama beberapa tahun. Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara serta barat sejak 2014, sementara pemerintah dan pasukan sekutunya menguasai sejumlah wilayah di bagian selatan dan timur.

(Fajar Nugraha)