Pengujung Piala Dunia Jadi Momen Drama Sepak Bola Virtual

Latar kebun tebu. Foto: Ilustrasi Istimewa

Pengujung Piala Dunia Jadi Momen Drama Sepak Bola Virtual

M Sholahadhin Azhar • 25 July 2026 17:24

Jakarta: Pengujung Piala Dunia 2026 jadi momentum bagi Bolalapan mempersembahkan demo version dari IP film panjang. Drama sepak bola virtual itu bertajuk 'Penendang Bebas' karya sineas Athpal Paturusi.

“Cerita ini lahir dari pengamatan saya terhadap kecintaan dan hausnya masyarakat Indonesia akan rasa menang ala sepak bola, sekaligus kedekatan banyak orang dengan game sepak bola seperti Winning Eleven, PES, FIFA, EAFC, hingga eFootball," kata Athpal dalam keterangan yang dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.

Athpal Paturusi telah berkarier di berbagai jenis produksi video, film pendek, iklan televisi dan digital. Serta, aktif mengembangkan cerita film orisinal. Baginya, Penendang Bebas merupakan cerita sangat personal yang ditulis sejak 2016.

“Dari situ, saya melihat ada persimpangan menarik antara nostalgia, kemajuan zaman, dan kesempatan kedua dalam hidup,” kata Athpal.
 


Penendang Bebas mengambil latar masa kini dengan set utama di perkebunan tebu. Melalui materi awal ini, Bolalapan ingin memperlihatkan potensi cerita, nuansa visual, tokoh, serta relevansi tema film yang menghubungkan drama manusia tentang kesempatan kedua, berlatar persinggungan dinamika masyarakat agrikultur dengan olahraga virtual (eSports).


Latar kebun tebu. Foto: Ilustrasi Istimewa

“Di balik cerita olahraga dan kompetisi, Penendang Bebas bicara soal lelaki paruh baya yang mungkin sudah dianggap selesai dalam pertempuran hidup, tapi ia masih punya peluang menunjukkan siapa dirinya,” ucap Athpal.

Saat ini, Penendang Bebas berada dalam fase pengembangan menuju pra-produksi. “Demo version ini undangan pertama untuk melihat cerita Penendang Bebas. Kami ingin mengenalkan gagasan, rasa, dan potensi cerita ini kepada publik, mitra kreatif, calon investor, sponsor, serta pihak-pihak yang percaya pada keunikan film ini,” pungkas Athpal Paturusi.

(M Sholahadhin Azhar)