Ilustrasi, bendera Korea Selatan di tengah kota. Foto: Koreabizwire.com
Ekonomi Korea Selatan Tumbuh 3,7% di Kuartal II, Ditopang AI dan Chip
Husen Miftahudin • 23 July 2026 10:00
Seoul: Ekonomi Korea Selatan mencatat pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal II-2026. Kinerja tersebut ditopang kuatnya ekspor semikonduktor seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berdasarkan data pemerintah yang dikutip dari Investing.com, Kamis, 23 Juli 2026, produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan tumbuh 3,7 persen secara tahunan (yoy) pada periode April hingga Juni 2026.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 3,5 persen, meski sedikit melambat dari pertumbuhan 3,8 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya.
Secara kuartalan, PDB Korea Selatan meningkat 0,6 persen. Realisasi tersebut juga melampaui proyeksi pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,4 persen.
Kinerja ekonomi pada kuartal II terutama didorong oleh kuatnya ekspor, khususnya produk semikonduktor yang permintaannya meningkat seiring besarnya investasi global pada teknologi AI.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Ditopang 'booming' chip
Meningkatnya kebutuhan terhadap chip berteknologi tinggi memberikan keuntungan bagi produsen semikonduktor asal Korea Selatan, terutama Samsung Electronics dan SK Hynix.
Permintaan global terhadap chip memori terus meningkat karena digunakan dalam pengembangan pusat data, layanan komputasi awan (cloud), serta berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Di tengah kuatnya ekspor, perekonomian Korea Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan domestik. Perlambatan konsumsi rumah tangga dan mulai mendinginnya pasar properti membatasi laju pertumbuhan ekonomi dibandingkan kuartal sebelumnya.
Selain itu, konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang memengaruhi aktivitas ekonomi. Meski demikian, data terbaru menunjukkan ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut tetap mampu mempertahankan pertumbuhan yang solid berkat tingginya permintaan global terhadap produk semikonduktor.