Suasana pasar hewan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Metro TV
PMK Kembali Merebak di Ngawi, 23 Sapi Tertular di 9 Kecamatan
Rizal Pahlevy • 21 January 2026 13:24
Ngawi: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat, pada awal tahun 2026 ini tercatat 23 ekor ternak sapi milik warga yang tertular penyakit tersebut.
Kasus-kasus tersebut tersebar di sembilan wilayah kecamatan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Kabupaten Ngawi, Tony Wibowo, menduga kembalinya kasus PMK disebabkan lalu lintas hewan ternak dari luar daerah. Cuaca ekstrem dan kelembapan tinggi juga diduga membuat virus PMK lebih mudah menyebar.
“Pada tahun 2026 ini pertama kalinya kasus PMK ditemukan di wilayah Kecamatan Karanganyar yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Tengah,” kata Tony, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurutnya, dari 23 ekor ternak sapi yang terjangkit PMK, kebanyakan merupakan ternak baru sehingga besar kemungkinan belum mendapatkan vaksinasi. Kasus PMK yang terjadi saat ini tersebar di sembilan kecamatan, meliputi Karanganyar, Mantingan, Gerih, Kasreman, Sine, Padas, Widodaren, Pangkur, dan Ngrambe.
Sementara itu, upaya penanggulangan dari DPP telah dilakukan. Setelah menerima laporan, petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan, pemberian obat-obatan, serta vaksinasi.
“Kami juga menghimbau bagi peternak untuk segera melaporkan jika menemukan gejala PMK, menjaga kebersihan kandang, dan tidak segan meminta petugas melakukan vaksin pada ternak mereka,” jelas Tony.

Ilustrasi hewan ternak. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim