Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. (Anadolu Agency)
Korea Selatan Sebut Korut Bisa Produksi 20 Senjata Nuklir per Tahun
Muhammad Reyhansyah • 21 January 2026 17:03
Seoul: Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengatakan bahwa Korea Utara masih terus memproduksi material nuklir dalam jumlah yang cukup untuk membuat sekitar 10 hingga 20 senjata nuklir setiap tahun. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran Seoul terhadap kemajuan signifikan program nuklir dan rudal balistik Pyongyang.
Dalam konferensi pers Tahun Baru yang disiarkan secara nasional, Lee menekankan perlunya pendekatan yang pragmatis dan realistis dalam menghadapi Korea Utara, seiring meningkatnya kemampuan nuklir dan teknologi rudal balistik antarbenua (ICBM) negara tersebut.
“Material nuklir yang mampu menghasilkan 10 hingga 20 senjata nuklir per tahun terus diproduksi, dan teknologi rudal balistik antarbenua masih terus berkembang,” ujar Lee, dikutip dari Anadolu, Rabu, 21 Januari 2026.
Lee kembali menegaskan peta jalan tiga tahap yang bersifat bertahap untuk denuklirisasi Korut. Menurutnya, hasil positif dapat dicapai jika Pyongyang menghentikan tambahan produksi material nuklir, tidak mentransfer material tersebut ke luar negeri, serta menghentikan pengembangan teknologi ICBM.
“Kita tidak boleh meninggalkan idealisme, tetapi harus menempuh negosiasi yang realistis untuk menghentikan program itu, menguranginya, dan dalam jangka panjang bergerak menuju denuklirisasi,” kata Lee.
Presiden Lee juga berjanji akan berupaya memulihkan perjanjian militer antar-Korea yang ditandatangani pada 2018 antara Presiden Korea Selatan saat itu Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Kesepakatan tersebut bertujuan mencegah bentrokan militer yang tidak disengaja serta membangun kepercayaan di kawasan perbatasan, namun dibekukan pada 2024 di tengah meningkatnya ketegangan.
Selain itu, Lee menyatakan komitmennya untuk mengintensifkan kembali diplomasi guna menghidupkan kembali dialog yang terhenti antara Pyongyang dan Washington, sekaligus memulihkan komunikasi antar-Korea yang nyaris terputus.
Ia mengatakan Seoul akan berperan sebagai “pemacu irama” dalam mendorong dimulainya kembali dialog Korea Utara–Amerika Serikat serta menciptakan kondisi bagi keterlibatan kembali antara kedua Korea.
Sejak menjabat, Lee berupaya memperbaiki hubungan dengan Pyongyang melalui pendekatan dialog dan diplomasi. Namun hingga kini, Korea Utara belum memberikan respons terhadap inisiatif Seoul tersebut.
Hubungan antar-Korea sebelumnya memburuk tajam di bawah pemerintahan mantan Presiden Yoon Suk-yeol, yang dilengserkan tahun lalu setelah gagal memberlakukan darurat militer.
Baca juga: Kim Yo-jong Sebut Harapan Korsel Perbaiki Hubungan dengan Korut Hanya Ilusi