Bacaan dan Manfaat Doa Sebelum dan Sesudah Makan untuk Anak Usia Dini

Ilustrasi Pexels

Bacaan dan Manfaat Doa Sebelum dan Sesudah Makan untuk Anak Usia Dini

Muhamad Marup • 5 June 2026 22:16

Jakarta: Menanamkan kebiasaan baik pada anak sejak usia dini merupakan salah satu investasi yang bernilai manfaat di masa depan. Salah satu rutinitas harian yang dapat diajarkan kepada anak adalah membiasakan untuk membaca doa sebelum makan.

Bagi anak usia Taman Kanak-Kanak (TK), membaca doa sebelum dan sesudah makan bukan hanya ritual keagamaan. Pembiasaan berdoa merupakan fondasi penting untuk menumbuhkan rasa syukur, melatih kedisiplinan, serta mengajarkan anak untuk menghargai makanan.

Lantas, doa seperti apa yang dapat diajarkan pada anak saat sebelum dan sesudah makan? Mengutip laman Quran NU, berikut penjelasannya:
 

Doa Sebelum dan Sesudah Makan untuk Anak TK

Doa sebelum makan


Bacaan latin: Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah apa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan jagalah kami dari siksa neraka.”

Doa sesudah makan


Bacaan latin: Alhamdulillaahilladzii ath‘amanaa wa saqaanaa wa ja‘alanaa minal muslimiin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami sebagai orang-orang yang berserah diri.”

Manfaat Mengajarkan Anak Berdoa Sejak Usia Dini

Terdapat sejumlah manfaat yang dapat dirasakan anak dan orang tua ketika mengajarkan berdoa sejak usia dini, di antaranya:

1. Menumbuhkan rasa syukur 

Melalui untaian doa, anak diajarkan untuk menyadari bahwa makanan yang ada di hadapan mereka adalah rezeki dan bentuk kasih sayang dari Allah Swt. Kebiasaan ini akan melatih anak menjadi pribadi yang pandai berterima kasih, tidak mudah mengeluh, dan lebih menghargai apapun yang disajikan untuk mereka.

2. Melatih kedisiplinan dan pengendalian diri

Bagi anak, menahan diri saat melihat makanan lezat adalah sebuah tantangan. Dengan berdoa akan melatih anak untuk menjeda keinginan  instan tersebut, sehingga anak akan belajar untuk duduk rapi, tenang, dan tidak langsung menyantap makanan. Ini adalah latihan dasar yang sangat baik untuk melatih kontrol diri (self-regulation).

3. Membangun kesadaran mindful eating

Berdoa menciptakan jeda antara aktivitas sebelum makan dan saat makan dimulai. Jeda ini membantu otak dan tubuh anak bersiap untuk menerima makanan. Secara psikologis, hal ini mendukung konsep mindful eating. Anak menjadi lebih fokus pada makanannya, tidak terburu-buru dan lebih peka terhadap rasa kenyang.

Demikian informasi seputar doa yang dapat diajarkan kepada anak saat sebelum dan sesudah makan. Melalui doa ini, diharapkan dapat menumbuhkan sikap sabar pada anak sehingga dapat bermanfaat di masa mendatang.


(Surya Mahmuda)

(Muhamad Marup)