Korban Bertambah, BNPB Fokus Pencarian dan Pertolongan Korban Banjir Sumatra

Kepala BNPB Suharyanto. Branda Antara

Korban Bertambah, BNPB Fokus Pencarian dan Pertolongan Korban Banjir Sumatra

Achmad Zulfikar Fazli • 30 November 2025 12:57

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama seluruh unsur gabungan berupaya mempercepat penanganan korban banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Proses penanganan difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolasi, serta percepatan distribusi logistik melalui darat maupun udara.

Hingga hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatra Utara, Kepala BNPB Suharyanto memaparkan pihaknya mencatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang.

"Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 143 jiwa yang masih hilang," ujar Suharyanto dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Minggu, 30 November 2025.

Pada hari kedua pascapenetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh, ada 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, serta delapan orang luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

"Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan delapan luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban," terang dia.
 

Baca Juga: 

BNPB Kerahkan Alutsista untuk Percepat Evakuasi Korban Banjir Sumatra



Dua hari setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatra Barat, tercatat 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi.

Data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Suharyanto menekankan BNPB bersama unsur gabungan telah mengerahkan alutsista guna mempercepat proses evakuasi korban. BNPB juga telah mengaktifkan dukungan komunikasi darurat menggunakan jaringan satelit Starlink di sejumlah titik, terutama di wilayah yang terisolasi jaringan.

"BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan. Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama operasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut," tutur Suharyanto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Achmad Zulfikar Fazli)