DKPP Serang Terjunkan Tim Penyuluh untuk Pantau Kesehatan Hewan Kurban

Sejumlah konsumen mendatangi lapak penjual hewan kurban di Serang, Banten, Selasa, 12 Mei 2026. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

DKPP Serang Terjunkan Tim Penyuluh untuk Pantau Kesehatan Hewan Kurban

Silvana Febiari • 12 May 2026 16:27

Serang: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Banten menerjunkan tim penyuluh dari Balai Penyuluhan (BP) untuk memantau kesehatan hewan kurban. Pemantauan ini dilakukan di lapak-lapak pedagang mulai 18 Mei 2026.

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan pelibatan tenaga penyuluh ini bertujuan menjamin hewan kurban yang beredar di masyarakat memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

"Kami akan mulai berkeliling pada 18 Mei untuk memantau titik-titik lapak. Tahun lalu tercatat ada 218 lapak yang tersebar di wilayah Kabupaten Serang, dan tahun ini tim penyuluh akan kembali memastikan kualitas hewan di sana," kata Suhardjo, dilansir dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026. 
 


Berdasarkan data stok tahun sebelumnya, populasi hewan kurban di lapak-lapak wilayah Serang mencapai 1.615 ekor sapi, 200 ekor kerbau, 833 ekor kambing, dan 7.800 ekor domba. Suhardjo memprediksi jumlah ketersediaan hewan untuk tahun ini cenderung stabil dan tidak jauh berbeda dengan data tahun 2025.


Ilustrasi hewan kurban. Foto: Medcom.id


Selain melakukan pemeriksaan fisik di lapak, tim penyuluh juga ditugaskan untuk mengawasi jalannya proses penyembelihan saat hari raya. Hal ini dilakukan guna memastikan penanganan daging kurban tetap higienis sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

"Pola pengawasan kami lakukan sejak di lapak hingga waktu pemotongan. Tahun lalu ada sekitar 4.023 hewan yang kami pantau proses penyembelihannya, mulai dari sapi, kerbau, hingga domba dan kambing," jelasnya.

Melalui penerjunan tim ini, DKPP Kabupaten Serang berharap masyarakat dapat merasa tenang dalam memilih hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi. Hal ini sesuai syariat Islam serta standar kesehatan masyarakat veteriner.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)