Banjir Bandang Solok Putus Jalur Nasional, Puluhan Jiwa Mengungsi

Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Solok, Sumbar. (tangkapan layar)

Banjir Bandang Solok Putus Jalur Nasional, Puluhan Jiwa Mengungsi

Lukman Diah Sari • 22 September 2026 06:37

Solok: Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Bencana ini mengakibatkan puluhan warga mengungsi, sejumlah rumah tersapu arus, sekaligus melumpuhkan akses transportasi.

"Beberapa rumah longsor dan dibawa arus banjir. Ada juga beberapa korban yang sebagian sudah kita bawa ke rumah sakit," ujar Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok, AKP Indra Kusuma, dalam Breaking News Metro TV, Selasa, 22 September 2026. 


Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok, AKP Indra Kusuma. (tangkapan layar)

Dia menyampaikan bahwa tim gabungan dari kepolisian beserta seluruh pemangku kepentingan terkait langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Terkait warga yang terdampak, AKP Indra menyebutkan bahwa puluhan warga telah diungsikan  ke tempat yang lebih aman.

"Saat ini, terdapat 8 Kepala Keluarga (KK) dengan total 36 jiwa yang diungsikan ke kediaman Wakil Bupati Solok," jelas dia.

Selain merusak permukiman, banjir bandang juga melumpuhkan jalur nasional yang menjadi akses utama penghubung antara Solok dan Kota Padang. Material lumpur sisa banjir menutupi badan jalan dengan ketebalan mencapai kurang lebih satu meter dan membentang sepanjang dua kilometer.

"Ini adalah jalur lintas utama dan jalur nasional. Sekarang insyaallah sudah dikerjakan oleh beberapa alat berat," jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa saat ini jalur lintas nasional dan jalur jalan baru masih terdampak. Sehingga kendaraan roda dua dan roda empat masih diberlakukan buka tutup.

"Kita tidak bisa melewatkan seluruhnya dikarenakan kondisi jalan kurang stabil," kata Indra.

Terkait jumlah pasti korban jiwa maupun kerugian material, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses pendataan secara riil di lapangan masih berlangsung. Upaya pendataan dan evakuasi lanjutan dilaporkan masih menemui kendala akibat kondisi cuaca yang belum bersahabat di lokasi bencana.

(Lukman Diah Sari)