Guruh Soekarnoputra, dok: Instagram @guruh_sukarno_putra
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Putri Purnama Sari • 26 September 2026 10:42
Jakarta: Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau yang dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, di usia 73 tahun.
Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis.
"Almarhum meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB," kata Hasto melalui keterangannya, Sabtu, 26 September 2026.
Hasto juga memohon agar pintu maaf sebesar-besarnya dibukakan atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum.
"Selanjutnya mohon doa, semoga almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa dosa dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Aamiin YRA," ungkap Hasto.
Profil Guruh Soekarnoputra

Guruh Soekarnoputra. Foto: Medcom.id.
Guruh Soekarnoputra merupakan putra bungsu Presiden Soekarno dan Fatmawati. Ia juga merupakan adik dari Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia. Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953.
Guruh menempuh pendidikan dasar dan menengah di Perguruan Cikini dan SMA Negeri 25 Jakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Belanda dengan mengambil bidang Arkeologi di Amsterdam pada 1971-1974.
Setelah kembali ke Indonesia, Guruh melanjutkan pendidikan tinggi. Ia memperoleh gelar Sarjana Administrasi Publik dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada 2008.
Guruh kemudian meraih gelar Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia pada 2010.
Baca Juga :
Perjalanan Guruh Soekarnoputra di Dunia Seni
Nama Guruh Soekarnoputra lebih dahulu dikenal melalui kiprahnya di bidang seni dan budaya. Sejak muda, ia menekuni berbagai bidang, mulai dari tari, musik, koreografi hingga seni pertunjukan.
Guruh mendirikan grup seni bernama Swara Mahardhika yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan seni pertunjukan Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh yang memelopori seni pertunjukan bergaya kabaret melalui Swara Mahardhika pada era 1970-an.
Selain berkarya melalui seni pertunjukan, Guruh juga terlibat dalam sejumlah proyek musik bersama musisi Indonesia. Di antaranya melalui Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan, yang melibatkan sejumlah musisi, termasuk Keenan Nasution dan Chrisye.
Salah satu lagu ciptaannya, "Kala Sang Surya Tenggelam", kembali dikenal luas setelah menjadi musik latar serial Gadis Kretek.
Berbagai karya tersebut membuat Guruh dikenal sebagai seniman yang banyak mengangkat unsur budaya Indonesia dalam musik maupun seni pertunjukan.
Dalam perkembangan berikutnya, Guruh membangun Kinarya Gencar Semarak Perkasa (Kinarya GSP), setelah sebelumnya mengelola Swara Mahardhika.
Kiprah Guruh Soekarnoputra di Politik

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra bin Soekarno. Foto: Medcom.id.
Selain berkarya di dunia seni, Guruh juga terjun ke dunia politik, mengikuti jejak kakaknya, Megawati Soekarnoputri.
Guruh pertama kali terpilih sebagai anggota DPR pada periode 1992-1997 melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI), yang kini menjadi PDI Perjuangan.
Setelah itu, ia kembali menjadi anggota DPR pada periode 2004-2009, 2009-2019, dan 2019-2024. Pada periode-periode tersebut, Guruh tercatat sebagai anggota DPR dari PDI Perjuangan dengan daerah pemilihan (dapil) di Provinsi Jawa Timur.
Dengan perjalanan tersebut, Guruh tercatat menjalani enam periode sebagai anggota DPR RI dengan masa jabatan yang berlangsung sejak 1992 hingga 2024.
Selama berada di parlemen, Guruh juga dikenal memiliki perhatian terhadap persoalan kebudayaan. Latar belakangnya sebagai seniman turut menjadi bagian dari kiprahnya dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPR.
Guruh Soekarnoputra dan Warisan Seni Budaya
Guruh Soekarnoputra meninggalkan jejak panjang dalam dunia seni Indonesia. Karya-karyanya tidak hanya mencakup musik, tetapi juga tari, koreografi dan seni pertunjukan.
Selain kiprahnya sebagai seniman, perjalanan Guruh sebagai anggota DPR membuat dirinya memiliki peran di dua bidang yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam kehidupannya, yakni seni dan politik.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun pada Sabtu, 26 September 2026. Ia meninggalkan perjalanan panjang sebagai seniman, musisi, penata gerak, serta politikus yang pernah duduk di DPR RI selama enam periode.