Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan untuk 7 Daerah Terdampak Karhutla

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak Karhutla. Istimewa.

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan untuk 7 Daerah Terdampak Karhutla

Arga Sumantri • 25 September 2026 20:17

Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang terdampak. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyalurkan bantuan di sejumlah wilayah, mulai kebutuhan pangan, bantuan tunai, air bersih hingga perlindungan kesehatan.

Bantuan disalurkan di enam kabupaten dan satu kota, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Timur. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, aparat, relawan, serta unsur masyarakat.

Di Kota Palangka Raya, Agustiar secara langsung mendatangi masyarakat terdampak karhutla di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu. Di wilayah tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan pangan, air bersih, masker dan vitamin, sekaligus memastikan warga mendapatkan akses layanan kesehatan. Sebanyak 179 warga juga menerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang memberikan bantuan tunai, pangan, dan pendidikan.

Penyaluran bantuan kemudian berlanjut ke Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau. Sebanyak 300 paket sembako diserahkan kepada masyarakat terdampak karhutla, sementara bantuan KHBS menjangkau ratusan warga. 

Bantuan tunai KHBS Tahap II juga diberikan kepada 608 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kalampangan dengan nilai Rp250 ribu per KPM. Di Kelurahan Palangka, bantuan serupa menjangkau 2.407 KPM. Masyarakat juga mendapatkan bantuan pangan, masker dan vitamin. 

Sebanyak 3 ribu mahasiswa menerima paket sembako yang terdiri dari 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir. Selain itu, setiap mahasiswa mendapatkan multivitamin, masker KN95 serta bantuan tunai sebesar Rp100 ribu. 

Agustiar juga melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten terdampak karhutla, termasuk Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara dan Barito Timur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Di Kabupaten Barito Selatan, misalnya, Pemprov Kalteng menyalurkan 6 ribu paket sembako kepada masyarakat. Selain itu, sebanyak 560 tabung LPG 3 kilogram juga diberikan kepada masyarakat kurang mampu serta sejumlah kelompok penerima lainnya. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di tengah kondisi kemarau dan dampak karhutla yang turut menyebabkan keterbatasan air bersih. 

Agustiar menegaskan bantuan pemerintah harus diberikan berdasarkan kebutuhan dan tepat sasaran. Pemprov Kalteng sendiri menyiapkan penyaluran bantuan pangan bagi sekitar 140 ribu kepala keluarga (KK) di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, terutama masyarakat yang terdampak dan memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan. 

"Yang benar-benar berhak menerima, itulah yang harus mendapatkan bantuan," tegas Agustiar dalam keteragan tertulis, Jumat, 25 September 2026.

Menurutnya, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan pangan. Pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan air bersih, kesehatan, pendidikan serta keselamatan masyarakat dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Guna mengatasi persoalan air bersih akibat kemarau, Pemprov Kalteng terus memperkuat dukungan melalui distribusi air dan pembangunan maupun pemanfaatan sumur bor. Di bidang kesehatan, masyarakat terdampak mendapatkan masker dan vitamin untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. 

Pemprov Kalteng juga memberikan perhatian kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan kebijakan perlindungan berupa asuransi bagi relawan karhutla di seluruh Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak Karhutla. Istimewa.

Update Penanganan Karhutla

Sementara itu, penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu. Berdasarkan laporan BPBPK Kalteng pada 17 September 2026, dalam 24 jam tercatat 63 kejadian karhutla dengan total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 115,35 hektare. Penanganan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan dan unsur terkait lainnya. 

Agustiar mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah meluasnya karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat diminta menggunakan masker dan menjaga kesehatan selama kualitas udara terdampak kabut asap.

Selain masyarakat umum, mahasiswa diajak mengambil bagian melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar mengenai karhutla. Pemerintah menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana karhutla. 

Agustiar menegaskan, bantuan sosial yang diberikan merupakan langkah jangka pendek untuk meringankan beban masyarakat. Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah akan terus mendorong program pembangunan dan pemberdayaan agar masyarakat Kalteng mendapatkan manfaat yang lebih besar.

"Selama masyarakat masih membutuhkan, Insyaallah pemerintah hadir untuk itu," ujar Agustiar. 

Dengan penyaluran bantuan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah kabupaten dan kota, Pemprov Kalteng menegaskan komitmen memastikan masyarakat yang terdampak karhutla tetap mendapatkan kebutuhan dasar, perlindungan kesehatan dan dukungan sosial selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan serta musim kemarau.

(Arga Sumantri)