Undana Bantah Isu Mahasiswi Jessica Alami 12 Kali Pembatalan Ujian Skripsi/Foto: MI/Palce Amalo
Undana Bantah Informasi Mahasiswi Depresi usai Batal 12 Kali Ujian Skripsi
Palce Amalo • 5 August 2026 18:38
Kupang: Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang meluruskan kabar yang viral tentang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang disebut 12 kali gagal ujian skripsi. Mahasiswi bernama Jessica Sofia Tunardjo sempat dirawat di rumah sakit dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah hingga Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.
Wakil Rektor IV Undana, Prof Philiphi de Rozari, mengatakan kabar itu tidak benar. Fakta sebenarnya adalah penyesuaian jadwal seminar proposal dan seminar hasil, bukan pembatalan ujian skripsi.
"Pembatalan 12 kali ujian skripsi itu tidak benar. Yang terjadi adalah penyesuaian jadwal seminar proposal dan seminar hasil, bukan ujian skripsi. Penyesuaian jadwal dilakukan antara pembimbing, penguji, dan mahasiswa," kata Philiphi dalam jumpa pers di Rektorat Undana, Rabu, 5 Agustus 2026.
Tahapan tugas akhir terdiri atas seminar proposal, seminar hasil, dan ujian skripsi. Isu yang beredar mencampuradukkan ketiganya.
Jadwal berubah karena pembimbing berhalangan atau mahasiswa tidak bisa hadir. Jadi, keterlambatan bukan hanya kesalahan satu pihak. Jessica juga tidak depresi. Kondisinya kelelahan dan cemas, yang berdampak pada fisik. Saat ini ia sudah pulih dan di rumah.
Undana membentuk tim klarifikasi dan investigasi untuk menelusuri peristiwa ini. Tim akan meminta keterangan dari mahasiswa, dosen, dan pimpinan fakultas.
Hasilnya akan jadi dasar evaluasi tata kelola akademik, termasuk jadwal seminar, koordinasi, dan SOP. Tujuannya agar kejadian serupa tak terulang.

Gedung Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. (Metro TV/ Ferdinandus Rabu)
Rektor Undana, Prof Jefri Bale, memberi perhatian penuh. Ia berharap masyarakat dan media memberi ruang bagi pemulihan Jessica dan dosen yang terlibat.
Philiphi juga menyatakan unggahan viral soal 12 kali batal ujian skripsi bukan dibuat oleh Jessica. Video itu direkam dan diunggah oleh pihak lain.
"Sepanjang yang kami tahu, yang posting bukan Jessica. Jessica mengakui yang posting bukan dia. Saat ini kami masih berhati-hati karena kondisi psikisnya masih dalam proses pemulihan," kata Philiphi.