Trump Klaim Angkatan Udara dan Laut Iran Hancur Total

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Angkatan Udara dan Laut Iran Hancur Total

Willy Haryono • 4 March 2026 06:53

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran telah “melumpuhkan” angkatan udara serta angkatan laut negara tersebut.

“Kami melakukannya dengan sangat baik. Mereka tidak punya angkatan laut; sudah dihancurkan. Mereka tidak punya angkatan udara; sudah dihancurkan. Mereka tidak punya sistem deteksi udara; itu juga sudah dihancurkan,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Selasa.

Dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 4 Maret 2026, pernyataan tersebut disampaikan di hari keempat serangan AS-Israel terhadap Iran. Di saat yang sama, Teheran menutup Selat Hormuz dan melanjutkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke target-target AS dan sekutunya di sejumlah negara Teluk.

Trump mengatakan ia telah memerintahkan serangan pada Sabtu lalu karena merasa Iran akan menyerang lebih dulu ketika negosiasi nuklir mengalami kebuntuan.

“Saya punya firasat,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa bukan Israel yang memaksanya bertindak. “Justru saya yang mungkin memaksa mereka," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan serangan dilakukan karena Washington mengetahui Israel akan segera membombardir Iran dan memperkirakan Teheran akan menyerang fasilitas AS sebagai respons.

Sorotan Politik dan Dampak Ekonomi

Pernyataan Trump memicu perdebatan di dalam negeri. Sejumlah pengamat menyoroti bahwa presiden AS tidak memiliki kewenangan untuk menyatakan perang tanpa ancaman langsung terhadap Amerika Serikat.

Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan dukungan terhadap operasi AS-Israel, namun berharap konflik segera berakhir karena dampaknya terhadap ekonomi global.

“Ini tentu merugikan ekonomi kami. Harga minyak dan gas terdampak. Kami berharap perang ini segera berakhir,” ujar Merz.

Harga minyak dunia dilaporkan naik di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz.

Trump juga menyebut Jerman membantu dengan memberikan akses pangkalan militer bagi pasukan AS, namun menegaskan Washington tidak meminta pengerahan pasukan darat tambahan dari sekutu.

Merz mengatakan Jerman dan AS memiliki pandangan yang sama mengenai perlunya perubahan di Iran dan akan membahas langkah selanjutnya setelah operasi militer berakhir.

Konflik yang terus berlanjut ini dinilai berpotensi memperluas dampak politik dan ekonomi global, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  AS Klaim Berhasil Hancurkan Seluruh Kapal Iran di Teluk Oman

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)