Arsip foto - Puncak Gunung Slamet terlihat jelas dari arah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (13/5/2017). ANTARA/Sumarwoto
Suhu Kawah Gunung Slamet Naik ke 478 Derajat, BPBD Siaga
Gunung Slamet Memanas, Suhu Kawah Tembus 478 Derajat Celsius, BPBD Siaga
Lukman Diah Sari • 20 April 2026 14:34
Purwokerto: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan menyusul kembali meningkatnya suhu kawah Gunung Slamet dalam beberapa waktu terakhir. Pemantauan terus dilakukan.
“Kami terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik tersebut, terutama terkait kenaikan suhu kawah dan indikator lainnya. Kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, meskipun untuk wilayah Banyumas bagian selatan relatif masih aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma di Purwokerto, Banyumas, Senin, 20 April 2026, melansir Antara.
Ia mengatakan aktivitas Gunung Slamet sempat mengalami penurunan, namun kembali menunjukkan tren peningkatan, termasuk dari sisi suhu kawah.
Berdasarkan pengukuran suhu yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, suhu kawah Gunung Slamet pada Sabtu, 18 April 2026, kembali meningkat dari 461 derajat Celcius menjadi 478 derajat Celcius, setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari sebelumnya.

Arsip foto - Puncak Gunung Slamet terlihat jelas dari arah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (13/5/2017). ANTARA/Sumarwoto
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD bersama instansi terkait untuk menentukan langkah antisipasi ke depan. Pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait seperti Badan Geologi serta BPBD dari wilayah sekitar Gunung Slamet lainnya yang meliputi Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes berencana menggelar rapat koordinasi di Purwokerto pada Kamis, 23 April 2026, untuk membahas langkah-langkah kesiapsiagaan serta memperkuat upaya mitigasi apabila aktivitas Gunung Slamet terus meningkat.
“Kami akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait langkah-langkah yang harus dilakukan, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan,” jelas dia.
Dwi mengakui secara geografis wilayah Kabupaten Banyumas yang berada di sisi selatan Gunung Slamet masih tergolong relatif aman dibandingkan wilayah di lereng utara. Namun, masyarakat tetap diminta tidak lengah dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait.
Baca Juga :
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mematuhi arahan pemerintah daerah dan instansi terkait. Selain itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri, termasuk memahami jalur evakuasi dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami berharap situasi segera membaik, namun kewaspadaan tetap harus dijaga,” kata Dwi Irawan.
Sebelumnya, PVMBG Badan Geologi pada 4 April 2026 memperluas batas aman di sekitar kawah puncak Gunung Slamet di Jawa Tengah dari dua kilometer menjadi tiga kilometer seiring meningkatnya aktivitas vulkanik gunung yang sejak 19 Oktober 2023 berstatus Waspada (Level II) tersebut.
Peningkatan aktivitas itu ditandai oleh perubahan visual dan data instrumental, salah satunya berdasarkan hasil analisis citra termal menunjukkan kenaikan suhu kawah yang signifikan, dari sekitar 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi 463 derajat Celcius pada 3 April 2026, yang disertai perluasan area anomali panas membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah.