Ojol Usul Lahan Khusus Ketimbang Kenaikan Tarif Parkir di Jakarta

Ilustrasi - area parkir motor di Jakarta Fair 2026. Foto: Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq.

Ojol Usul Lahan Khusus Ketimbang Kenaikan Tarif Parkir di Jakarta

Metro TV • 26 August 2026 00:29

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji tarif parkir di Ibu Kota. Muncul berbagai usulan terkait besaran tarif dalam proses pembahasannya. 

Meski begitu, kelompok pengemudi ojek online (ojol) menolak rencana tersebut, terlepas dari berapa pun kenaikan yang akan diberlakukan. Terlebih, rencana tersebut akan diberlakukan di kawasan pusat bisnis dan ekonomi, lokasi para ojol kebanjiran pesanana.

"Kalau customer yang baik mungkin ngasih (uang parkir), kalau ngga ya ngga ngasih. Soalnya kalau di mall itu ada yang free (parkir) ada yang bayar juga," kata seorang pengemudi ojol, Sukeri kepada MetroTVNews di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2026.

Sukaeri mengaku tidak pernah memaksa pelanggan untuk membayar uang parkir, meski itu sebenarnya tanggung jawab mereka. Sebab, hal itu bisa jadi bumerang pada dirinya karena melakukan transaksi di luar aplikasi. 

“Misalnya nih kita minta sama customer terus ketahuan sama aplikator malah bisa di ini (ditangguhkan akunnya),” kata Sukaeri.

Ketimbang kenaikan tarif parkir, Sukaeri ingin adanya lahan parkir khusus ojol di mall dan restoran di Jakarta. Sebab, ojol kerap memilih parkir di sembarang tempat demi menghindari tambahan biaya parkir. Namun, risiko yang dihadapi besar, yakni kehilangan motor sebagai modal kerja karena dicuri.

“Apalagi kalau daerah kantor kaya Senayan gitu, haduh bingung (parkir) di mana. Biasanya taruh (motor) di basement tapi nanti kita naiknya jauh. Kita kalau sambil nunggu (pesanan) ngeri juga, was-was (motor hilang),” kata Sukaeri.

Pengemudi ojol lainnya, Budi, berpendapat agar pihak aplikator turun tangan. Salah satunya dengan menambah kerja sama dengan mall dan restoran supaya memberi tarif gratis parkir bagi ojol. Langkah ini sebenarnya sudah dilakukan, meski belum merata.

“Dari pihak aplikator gitu biasanya untuk beberapa mall dia udah otomatis ada rincian biaya parkir. Jadi otomatis ada biaya parkir (yang dibayar) tanpa kita (pengemudi ojol) harus keluarin. Jadi konfirmasi juga ke pihak aplikator kalau ada kenaikan (tarif parkir) biar ngga merugikan driver lah,” kata Budi.


Budi, pengemudi ojol di Jakarta. Foto: MetroTV/Afifah Alfina.

Sebelumnya, rencana kenaikan tarif parkir di DKI Jakarta menjadi perbincangan karena angkanya yang dinilai tinggi, yakni untuk motor berkisar Rp3.000-Rp15.000 per jam dan mobil berkisar Rp6.000-Rp60.000 per jam. 

Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, angka tersebut bukan usulan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Dia mengatakan, pihaknya masih menggodok angka pastinya agar tak membebani masyarakat. 

(Afifah Alfina)

(Gabriella Thesa Widiari)