Karhutla Palangka Raya Hanguskan 428 Ha Lahan di 4 Kecamatan

Sejumlah prajurit Tim Alpa TNI melakukan pendaratan terjun payung di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui darat di Tanam Nasional Way Kambas (TNWK). Mereka dikerahkan guna membantu proses pemadaman api di TNWK, Lampung Timur. Selasa (25/8/2026). ANT

Karhutla Palangka Raya Hanguskan 428 Ha Lahan di 4 Kecamatan

Lukman Diah Sari • 25 August 2026 15:50

Palangka Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat 428,46 hektare lahan di empat kecamatan hangus terbakar selama periode 1 Juni hingga 24 Agustus 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Muhammad Heri Pauzi, mengatakan sebanyak 336 insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam periode tersebut.

"Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah Kecamatan Sebangau," ujarnya di Palangka Raya, Selasa, 25 Agustus 2026, melansir Antara.

Berdasarkan data BPBD Palangka Raya, sebaran kejadian karhutla di empat kecamatan meliputi:

  1. Kecamatan Jekan Raya: 229 kejadian

  2. Kecamatan Sebangau: 72 kejadian

  3. Kecamatan Pahandut: 25 kejadian

  4. Kecamatan Bukit Batu: 8 kejadian

  5. Kecamatan Rakumpit: nihil kejadian

Heri menegaskan, setiap laporan karhutla langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan peralatan guna mencegah api meluas. Penanganan esktra cepat sangat dibutuhkan, terutama ketika titik api muncul di kawasan lahan gambut.

"Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga membutuhkan penanganan secara menyeluruh," jelas Heri.

Dalam penanggulangan ini, BPBD berkolaborasi erat dengan Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta aparatur kecamatan dan kelurahan.

Perpanjangan Status Darurat dan Usulan Mesin Portabel

Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, memastikan pihaknya terus memperkuat langkah pencegahan seiring memuncaknya musim kemarau. Langkah tersebut mencakup patroli rutin di kawasan rawan, sosialisasi warga, penyebaran peringatan dini, dan pemetaan zona risiko tinggi.

Budi juga membeberkan bahwa BPBD telah mengajukan usulan bantuan 30 unit mesin pemadam portabel kepada pemerintah pusat. Proposal tersebut diserahkan langsung kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat kunjungan kerjanya ke Palangka Raya beberapa waktu lalu.

"Jika usulan kami nanti bisa direalisasikan, maka akan didistribusikan ke relawan damkar," kata Budi.

Sejumlah prajurit Tim Alpa TNI melakukan pendaratan terjun payung di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui darat di Tanam Nasional Way Kambas (TNWK). Mereka dikerahkan guna membantu proses pemadaman api di TNWK, Lampung Timur. Selasa (25/8/2026). ANT

Bantuan ini mendesak direalisasikan lantaran mesin pemadam milik relawan saat ini sudah termakan usia dan tidak beroperasi optimal. Mesin portabel dinilai sangat krusial untuk menjangkau lokasi api yang sulit ditembus oleh armada besar.

Sementara itu, sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya resmi memperpanjang status tanggap darurat karhutla yang semula berakhir pada 10 Agustus, kini diperpanjang hingga 8 September 2026.

(Lukman Diah Sari)