505 Ton Bantuan Logistik Disalurkan Lewat Pelabuhan Ulee Lheue

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin. Foto: Istimewa

505 Ton Bantuan Logistik Disalurkan Lewat Pelabuhan Ulee Lheue

Fajri Fatmawati • 10 January 2026 12:16

Banda Aceh: Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue di Banda Aceh berperan sebagai simpul utama distribusi logistik kemanusiaan selama masa tanggap darurat banjir dan longsor di Aceh. Hingga 29 Desember 2025, total bantuan yang disalurkan melalui pelabuhan ini mencapai 505 ton.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan ratusan ton bantuan tersebut didistribusikan dalam kurun waktu satu bulan pascabencana. Pengiriman perdana dimulai pada akhir November 2025.

"Pengiriman bantuan pertama kali dimulai pada 30 November 2025 menggunakan kapal Express Bahari 2F," kata Murthalamuddin pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Selain menjadi pusat logistik, Pelabuhan Ulee Lheue juga tetap melayani pergerakan penumpang selama masa darurat. Sebanyak 890 orang tercatat melakukan perjalanan dari dan ke Pelabuhan Krueng Geukueh serta Pelabuhan Langsa melalui pelabuhan ini.
 


Distribusi bantuan logistik didukung penuh oleh pergerakan kendaraan darat. Armada pendukung terdiri dari 67 unit kendaraan roda dua, 15 unit kendaraan roda empat, 136 unit skid tank BBG, serta 8 unit mobil tangki.

"Seluruh operasional pelabuhan dijalankan secara terkoordinasi dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayanan, serta dilakukan secara bertahap dan terjadwal sesuai kebutuhan lapangan," jelas Murthalamuddin.

Dalam situasi darurat bencana, ketika sejumlah akses jalan darat terputus akibat banjir dan tanah longsor, keberadaan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue menjadi sangat strategis. Pelabuhan ini berfungsi sebagai alternatif transportasi yang krusial untuk memastikan bantuan tetap mengalir.

"Ketika akses darat terputus akibat banjir, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue berperan strategis memastikan bantuan kemanusiaan dapat tiba tepat waktu dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor," pungkas Murthalamuddin.


Dapur mandiri di lokasi pengungsian terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Dokumentasi/ Istimewa

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)