Kecelakaan di Bekasi Dinilai Momen Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta

Petugas berupaya mengevakuasi penumpang yang terjebak di dalam gerbong KRL Commuterline yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/s

Kecelakaan di Bekasi Dinilai Momen Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta

Siti Yona Hukmana • 28 April 2026 10:23

Jakarta: Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai peristiwa kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi momentum untuk memperkuat prinsip 3E (engineering, enforcement dan education) untuk keselamatan di perlintasan kereta sebidang. Sementara, penyebab kecelakaan menunggu hasil penyelidikan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Anggota Dewan Penasihat MTI Djoko Setijowarno, mengatakan bila melihat rentetan peristiwanya, ada kaitannya dengan kecelakaan di perlintasan sebidang. Kecelakaan perlintasan sebidang ini masuk kategori kecelakaan di darat. Sementara kalau bicara kecelakaan ini ada antisipasinya yakni prinsip 3E sebagai pedoman umum.

"Dengan terjadinya kecelakaan seperti ini orang tidak bakal mengira sejauh ini dampaknya? Seolah-olah terpisah bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang merupakan kecelakaan tersendiri namun ternyata ini menjadi penguat bahwa kalau terjadi masalah atau kecelakaan di perlintasan kereta sebidang ternyata imbasnya bisa menimbulkan kecelakaan di (perjalanan) kereta api juga. Baru kali ini di Indonesia terjadi peristiwa tragis seperti itu. Mungkin nanti investigasi dari KNKT bisa dilihat," ujar Djoko dilansir Antara, Selasa, 28 April 2026.

Menurut dia, peristiwa ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat prinsip 3E dalam rangka meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta sebidang. "Ini menjadi sebenarnya kalau saya bilang momentum," ujar Djoko.

Proses evakuasi korban kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Foto: Dok. Basarnas.

Menurut dia, selain penguatan enforcement atau penegakan hukum, edukasi keselamatan lalu lintas terutama edukasi keselamatan di perlintasan kereta sebidang perlu digencarkan kepada masyarakat sejak usia dini. Djoko juga menyampaikan semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat perlu berkolaborasi dan bersinergi membangun kesadaran kolektif dalam rangka menuntaskan keselamatan di perlintasan sebidang.

Kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya, Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB, Senin, 27 April 2026. Akibat insiden ini, data per hari ini pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka-luka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)