PPRO Dorong Pengembangan Akses Transportasi Publik Terintegrasi

Peresmian Halte Transjakarta di kawasan Grand Kamala Lagoon. Foto: dok PP Properti.

PPRO Dorong Pengembangan Akses Transportasi Publik Terintegrasi

Husen Miftahudin • 30 August 2026 10:26

Jakarta: PT PP Properti Tbk (PPRO) memperkuat konektivitas kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi, Jawa Barat, melalui pengembangan akses transportasi publik yang terintegrasi. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Halte Transjakarta di kawasan Grand Kamala Lagoon.

Kehadiran layanan Transjakarta memberikan alternatif mobilitas bagi penghuni dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan GKL. Saat ini, kawasan tersebut dilintasi rute B25 Bekasi-Dukuh Atas dengan titik layanan berada di area Lagoon Avenue Mall.

Layanan Transjakarta rute B25 beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Waktu kedatangan bus sekitar 10-15 menit, dengan tarif reguler bus subsidi Transjakarta sebesar Rp3.500.

Rute B25 melayani perjalanan dari Bekasi menuju Dukuh Atas melalui sejumlah titik di Bekasi, termasuk Bekasi Barat, pusat aktivitas masyarakat, dan Grand Kamala Lagoon. Bus kemudian melanjutkan perjalanan melalui akses tol menuju Pedati, Prumpung, hingga Dukuh Atas.

Pada arah sebaliknya, rute tersebut melayani sejumlah titik, antara lain Grand Kota Bintang, Mega Bekasi, dan Simpang Pekayon. Managing Director PPRO Daniel Moeis mengatakan kehadiran Transjakarta di GKL menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada hunian, tetapi juga mendukung mobilitas penghuni dan masyarakat.

"Bagi kami, aksesibilitas merupakan salah satu elemen penting dalam membangun kawasan yang memiliki nilai jangka panjang. Kehadiran layanan Transjakarta di Grand Kamala Lagoon semakin memperluas pilihan transportasi bagi penghuni dan masyarakat untuk menjangkau berbagai pusat aktivitas di Bekasi maupun Jakarta," ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurut dia, layanan transportasi publik tersebut sejalan dengan upaya PPRO mengembangkan GKL sebagai kawasan yang terintegrasi dan terkoneksi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
 



(Proyek strategis PPRO. Foto: dok PPRO)
 

Terhubung tol hingga transportasi publik


Konektivitas GKL juga didukung akses transportasi multimoda. Kawasan tersebut berjarak sekitar 300 meter dari Gerbang Tol Bekasi Barat dan memiliki akses menuju Stasiun Bekasi serta Stasiun LRT Bekasi Barat.

GKL juga terhubung dengan sejumlah jaringan jalan tol utama, seperti Becakayu, Jakarta-Cikampek, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR). Akses tersebut mendukung mobilitas menuju berbagai wilayah di Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya.

Daniel mengatakan pengembangan fasilitas transportasi publik menjadi bagian dari upaya PPRO meningkatkan nilai tambah kawasan secara berkelanjutan.

"PPRO berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kawasan yang kami kembangkan. Bagi kami, nilai sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh manfaat yang dapat dirasakan oleh penghuni dan masyarakat sekitar," kata dia.

Menurut Daniel, keberadaan Halte Transjakarta diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas di kawasan Grand Kamala Lagoon dan Lagoon Avenue Mall Bekasi.

"Kehadiran Halte Transjakarta ini diharapkan dapat mendukung mobilitas, meningkatkan aktivitas kawasan, serta semakin memperkuat ekosistem Grand Kamala Lagoon dan Lagoon Avenue Mall Bekasi," tambah Daniel.

PPRO menyatakan akan terus mengembangkan kualitas dan konektivitas kawasan melalui sejumlah inisiatif yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan kawasan yang terintegrasi dan memiliki nilai tambah dalam jangka panjang.

(Husen Miftahudin)