Iran dan AS kembali terlibat serangan setelah satu bulan berhenti. Foto: Anadolu
Garda Revolusi Iran sebut AS Lakukan Serangan ke Pulau Larak, Korban Tewas Berjatuhan
Fajar Nugraha • 31 August 2026 08:33
Teheran: Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan di Pulau Larak, sehingga menewaskan dan melukai sejumlah orang.
Garda Revolusi Iran bersumpah akan membalas serangan terhadap pulau di Iran selatan itu dan pihak "agresor" akan dihukum.
Sebuah ledakan terdengar di dekat Pulau Larak, Iran, di Selat Hormuz pada Minggu 30 Agustus 2026. Kantor berita Fars melaporkan bahwa warga mendengar suara ledakan, namun lokasi pasti dan penyebab ledakan tersebut belum diketahui secara jelas.
“Informasi awal mengindikasikan adanya serangan pesawat nirawak (drone) AS yang menyasar sebuah lokasi di pulau tersebut,” sebut laporan dari kantor berita Tasnim, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 31 Agustus 2026.
Sementara itu, media AS melaporkan bahwa pasukan Amerika menyerang dua peluncur milik Iran di pulau itu setelah memantau persiapan pasukan Iran untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke arah selat tersebut.
Pulau Larak terletak di sebelah timur Pulau Qeshm di jalur perairan yang strategis dan secara administratif merupakan bagian dari Provinsi Hormozgan.
Sementara departemen hubungan masyarakat IRGC menuduh AS melakukan serangan agresif terhadap pulau yang terletak di Provinsi Hormozgan bagian selatan itu.
"Musuh Amerika-Zionis, yang sekali lagi didorong oleh ketidakmampuan mereka mengatasi masalah internal serta merosotnya kredibilitas di mata negara-negara kawasan, dan dalam upaya menghidupkan kembali peran jahat serta membenarkan tindakan mereka di hadapan opini publik, telah melakukan agresi yang menyasar Pulau Larak, hingga menewaskan dan melukai sejumlah anggota pasukan dan warga kami," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, kantor berita Fars melaporkan bahwa warga setempat mendengar suara ledakan di dekat Pulau Larak, meskipun lokasi dan penyebab pastinya belum diketahui pada saat itu.
Laporan dari pihak Iran ini muncul setelah media AS memberitakan bahwa pasukan Amerika menyerang pulau itu, tempat pasukan Iran terpantau sedang bersiap meluncurkan roket bermuatan ranjau ke arah Selat Hormuz.