Perkumpulan Peternak Rakyat Indonesia (PERMINDO). Dokumentasi/ istimewa.
Peternak Rakyat Didorong Perkuat Ekonomi Bersama Lewat Koperasi
Deny Irwanto • 31 August 2026 19:34
Tangerang: Upaya memperkuat posisi peternak rakyat tidak hanya dilakukan melalui advokasi kebijakan. Perkumpulan Peternak Rakyat Indonesia (PERMINDO) kini menyiapkan langkah penguatan ekonomi anggota melalui pembentukan koperasi.
Rencana tersebut ditandai dengan persiapan pembentukan Koperasi Peternakan PERMINDO atau KOPERMINDO. Koperasi ini diarahkan menjadi wadah usaha bersama untuk mengonsolidasikan kebutuhan anggota, mulai dari sarana produksi hingga pemasaran dan pengembangan produk peternakan.
Ketua PERMINDO, Kusnan, mengatakan pembentukan koperasi merupakan upaya melengkapi gerakan advokasi dengan instrumen ekonomi yang dapat dimanfaatkan dan dikelola anggota.
“PERMINDO adalah gerakannya, koperasi adalah instrumen ekonominya. Selama ini kita banyak berbicara mengenai posisi tawar peternak. Sekarang kita harus mulai membangun instrumen yang membuat posisi tawar itu benar-benar memiliki kekuatan ekonomi," kata Kusnan dalam keterangan pers dikutip, Senin, 31 Agustus 2026.
Melalui KOPERMINDO, kebutuhan anggota akan diupayakan terkonsolidasi. Pengadaan pakan, bibit atau DOC, obat dan vitamin hewan, pupuk, benih, serta berbagai kebutuhan produksi lainnya dapat dilakukan secara bersama.
Konsolidasi juga diarahkan pada hasil produksi. Produk anggota nantinya dapat dikembangkan melalui kegiatan pengumpulan, pemasaran, distribusi, pengolahan, hingga perluasan akses pasar.

Perkumpulan Peternak Rakyat Indonesia (PERMINDO). Dokumentasi/ istimewa.
“Kita tidak ingin koperasi hanya menjadi tempat simpan pinjam atau sekadar formalitas organisasi. Targetnya adalah membangun koperasi sebagai perusahaan milik anggota yang sehat, profesional dan memberikan manfaat ekonomi nyata,” jelas Kusnan.
Dorong Nilai Tambah Produk Peternakan
KOPERMINDO dirancang mencakup sejumlah kegiatan usaha yang berkaitan dengan peternakan. Di antaranya perdagangan sarana produksi, pengumpulan dan pemasaran hasil anggota, distribusi pangan, serta pengembangan produk lanjutan.
Komoditas yang masuk dalam ekosistem tersebut antara lain ayam, telur, produk turunan ayam, dan berbagai hasil peternakan lainnya.
Pengolahan dan pengembangan produk menjadi salah satu bagian yang disiapkan. Peternak diharapkan tidak hanya berada pada posisi sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga memiliki peluang memperoleh nilai tambah melalui pengemasan, distribusi, dan pemasaran.
Pengembangan usaha tersebut juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, seperti industri pangan, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pemerintah.
Mengandalkan Tata Kelola Berbasis Data
Selain memperkuat kegiatan usaha, KOPERMINDO diarahkan memiliki tata kelola yang profesional dan berbasis data.
Data anggota, kebutuhan sarana produksi, kapasitas produksi, perkembangan harga, kebutuhan konsumen, serta potensi pasar akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan kebijakan koperasi.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu koperasi menyesuaikan kegiatan usaha dengan kebutuhan anggota sekaligus perkembangan pasar.
Sekretaris Jenderal PERMINDO, Heri Irawan, mengatakan keberadaan koperasi menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi peternak rakyat secara lebih menyeluruh.
“Kalau ingin membangun kedaulatan pangan, kita tidak cukup hanya berbicara tentang produksi. Petani dan peternaknya juga harus memiliki kekuatan ekonomi. Mereka harus mempunyai akses terhadap input, pasar, informasi, kemitraan dan hilirisasi. Di situlah koperasi harus hadir," ungkap heri.
Melalui pembentukan KOPERMINDO, PERMINDO berharap peternak memiliki wadah bersama untuk mengembangkan usaha dari sisi produksi hingga pemasaran. Koperasi juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi bagi anggota dalam menghadapi berbagai tantangan usaha peternakan.
Langkah tersebut sekaligus menempatkan penguatan ekonomi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem petani dan peternak rakyat yang lebih terhubung dari hulu hingga hilir.