Menlu AS Sebut Iran Ingin Jadikan Selat Hormuz sebagai Alat Tawar

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. (Anadolu Agency)

Menlu AS Sebut Iran Ingin Jadikan Selat Hormuz sebagai Alat Tawar

Muhammad Reyhansyah • 20 July 2026 14:26

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan Iran berupaya menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Berbicara kepada wartawan sebelum bertolak ke Filipina untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN pada Minggu, 19 Juli 2026, Rubio mengatakan sejumlah pihak di Iran ingin mengendalikan selat strategis tersebut dan menggunakannya sebagai alat tekanan terhadap komunitas internasional.

"Jelas bahwa Iran, atau setidaknya sebagian pihak di Iran, ingin menguasai selat itu dan menjadikannya sebagai alat tawar terhadap dunia," ujar Rubio, dikutip dari Anadolu.

Rubio mengatakan AS akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan pelayaran global. Namun, ia menilai negara-negara lain juga perlu meningkatkan kontribusi, baik melalui dukungan finansial maupun kemampuan militer, untuk berbagi tanggung jawab tersebut.

Ia juga mengatakan Washington masih terbuka untuk menyelesaikan perselisihan dengan Iran melalui jalur diplomasi. Menurut Rubio, jika upaya diplomatik gagal, situasi tidak akan menguntungkan bagi Teheran.

Rubio turut mengklaim bahwa Iran telah mengirimkan sinyal keinginan untuk membuka pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Dalam kesempatan yang sama, Rubio juga menyinggung tewasnya seorang tentara Amerika Serikat di Irak pada Sabtu.

Menurutnya, insiden tersebut merupakan kecelakaan yang terjadi saat proses peledakan terkendali terhadap amunisi yang belum meledak dari sebuah pesawat nirawak Iran yang telah ditembak jatuh.

Rubio juga mengatakan satu rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Yordania pada Jumat meski sebagian besar rudal yang diluncurkan berhasil dicegat.

Ia menambahkan pasukan Amerika Serikat menyerang Iran sebagai respons atas peluncuran rudal dan pesawat nirawak Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal komersial.

Baca juga:  Iran Tetap Prioritaskan Jalur Negosiasi Meski Peluang Damai Hanya 10 Persen

(Willy Haryono)