Andy Burnham Umumkan Kabinet Pertama, Ed Miliband Jadi Menlu Inggris

Andy Burnham menggantikan Keir Starmer sebagai PM Inggris. (Anadolu Agency)

Andy Burnham Umumkan Kabinet Pertama, Ed Miliband Jadi Menlu Inggris

Muhammad Reyhansyah • 21 July 2026 19:01

London: Perdana Menteri Inggris Andy Burnham telah mengumumkan susunan kabinet pertamanya, beberapa jam setelah resmi menjabat pada Senin, 20 Juli 2026. 

Dikutip dari Xinhua, Burnham menunjuk mantan Menteri Pertahanan John Healey sebagai Menteri Keuangan (Chancellor of the Exchequer) dan mempercayakan Ed Miliband untuk memimpin Kementerian Luar Negeri.

Berdasarkan keterangan Kantor Perdana Menteri Inggris, Healey menggantikan Rachel Reeves yang tidak lagi menjadi bagian dari pemerintahan. Penunjukan Healey menjadi Menteri Keuangan dinilai mengejutkan oleh sejumlah media Inggris, mengingat ia sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan.

Selain itu, Shabana Mahmood tetap menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Louise Haigh ditunjuk sebagai First Secretary of State, Chancellor of the Duchy of Lancaster sekaligus Menteri Kantor Kabinet. Yvette Cooper dipercaya memimpin Kementerian Kesehatan, sementara Pat McFadden tetap menjabat Menteri Pekerjaan dan Pensiun.

Angela Rayner kembali masuk kabinet sebagai Menteri Perumahan, Komunitas, dan Pemerintahan Daerah. Sementara itu, Jonathan Reynolds ditunjuk sebagai Menteri Bisnis, Inovasi, Sains, dan Perdagangan, sedangkan mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting dipercaya memimpin Kementerian Pertahanan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris setelah Raja Charles III memintanya membentuk pemerintahan baru di Istana Buckingham. Ia menggantikan Keir Starmer yang telah mengajukan pengunduran diri kepada Raja.

Perubahan Besar bagi Inggris

Dalam pidato perdananya di depan 10 Downing Street, Burnham berjanji membawa perubahan besar bagi Inggris.

Kami akan menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi Inggris dengan menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir, model politik baru, dan model ekonomi baru, kata Burnham.

Ia mengatakan pemerintahannya akan mengedepankan politik yang lebih kolaboratif, memperkuat kewenangan pemerintah daerah, mendorong reindustrialisasi melalui pengadaan publik, serta meningkatkan kendali negara terhadap layanan-layanan esensial.

Burnham juga menyatakan langkah-langkah untuk mengatasi tingginya biaya hidup akan mulai diumumkan pada Selasa, sementara rencana pembangunan Inggris untuk 10 tahun ke depan akan dipaparkan pada akhir tahun ini.

Sebelum menjadi perdana menteri, Burnham pernah menjabat Menteri Kebudayaan, Menteri Kesehatan, serta Wali Kota Greater Manchester. Ia terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada 17 Juli setelah kembali ke House of Commons melalui pemilihan sela di daerah pemilihan Makerfield pada Juni lalu.

Pemerintahan Burnham kini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang lemah, tingginya biaya hidup, tekanan terhadap layanan publik, hingga kondisi politik Inggris yang semakin terfragmentasi.

Baca juga:  Jadi PM Inggris, Andy Burnham Janji Bantu Rakyat Hidup Sejahtera

(Willy Haryono)