Pramono Sebut Angka Pengangguran di Jakarta Turun Jadi 6,03%

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: dok. Pemprov DKI.

Pramono Sebut Angka Pengangguran di Jakarta Turun Jadi 6,03%

Gabriella Thesa Widiari • 22 July 2026 16:43

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta menurun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026. Menurutnya, hal tersebut berkat berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan.

"Seperti, pelaksanaan program padat karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru di Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan, dan Hutan Kota," kata Pramono, dilansir dari Antara, Rabu, 22 Juli 2026.
 


Selain itu, program magang untuk lulusan SMA atau sederajat telah diikuti 1.000 lulusan SMA dan sederajat yang melibatkan 107 perusahaan. Sementara, pelatihan reguler juga telah terlaksana dengan total peserta 630 orang. Mobile Training Unit (MTU) yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta juga telah diikuti 2.731 peserta.

Pramono menilai peningkatan jumlah pekerja dan penurunan pengangguran menjadi indikator pertumbuhan ekonomi Jakarta semakin berkualitas. Karena mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," kata Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: dok. Pemprov DKI.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap melanjutkan program-program kerja sama untuk mengirimkan tenaga kerja di beberapa negara. Di antaranya yaitu Jepang, Korea, Jerman, Arab Saudi, dan sebagainya 

“Karena itulah yang akan memberikan ruang dan juga pengalaman bagi para pekerja dari Jakarta untuk bisa secara langsung bekerja di luar negeri,” kata Pramono.

(Gabriella Thesa Widiari)