Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. Foto: dok. KSP.
KSP Dorong Penguatan BPJS Kesehatan Jelang Indonesia Emas 2045
Gabriella Thesa Widiari • 16 July 2026 09:27
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mendorong penguatan BPJS Kesehatan. Hal ini untuk mendukung Indonesia Emas 2045.
"Dengan memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan, kita sedang memperkuat fondasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional dan melapangkan jalan menuju pencapaian visi besar kita bersama, yaitu Indonesia Emas 2045," ujar Dudung, dilansir dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, penguatan BPJS Kesehatan telah menjadi program prioritas nasional yang tercantum dalam visi dan misi Presiden sekaligus bagian dari implementasi Astacita keempat. Oleh karena itu, ia mengapresiasi capaian BPJS Kesehatan yang telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 285 juta jiwa atau hampir seluruh penduduk Indonesia.
Menurut dia, penguatan BPJS Kesehatan telah menjadi program prioritas nasional yang tercantum dalam visi dan misi Presiden sekaligus bagian dari implementasi Astacita keempat.
Dudung mengapresiasi capaian BPJS Kesehatan yang telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 285 juta jiwa atau hampir seluruh penduduk Indonesia.
Selain itu, layanan JKN juga terus diperluas hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah belum tersedia fasilitas kesehatan memenuhi syarat (DBTFK).
Dia menyebut perluasan layanan tersebut dilakukan melalui kerja sama rumah sakit apung, pengiriman dokter dan tenaga medis, serta penyediaan virtual office layanan peserta (VIOLA) dalam Program LANURI yang telah menjangkau 3.839 desa.
Meski demikian, Dudung mengingatkan masih terdapat tantangan yang harus dihadapi bersama. Mulai dari keberlanjutan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, tingkat kepatuhan peserta, hingga komitmen fasilitas kesehatan dalam menjalankan program JKN.
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, rasio klaim Program JKN saat ini telah mencapai 108 persen. Sehingga mencerminkan tingginya beban pembiayaan kesehatan yang ditanggung lembaga tersebut.
"Kami sangat berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan finansial Program JKN ini dalam jangka panjang," kata Prihati.
BPJS Kesehatan, kata Prihati, telah menyiapkan strategi untuk meningkatkan kepesertaan, memperkuat pendanaan, serta mempercepat transformasi layanan berbasis digital.
Upaya itu juga mencakup integrasi kepesertaan JKN dengan layanan publik lain dan pengembangan layanan non-tatap muka agar akses masyarakat semakin mudah.