Serangan bom mobil dan baku tembak di Pakistan barat laut menewaskan sedikitnya 12 polisi pada Sabtu, 9 Mei 2026. (Anadolu Agency)
Ledakan Bom Mobil dan Baku Tembak Tewaskan 12 Polisi di Pakistan
Willy Haryono • 10 May 2026 14:07
Islamabad: Sedikitnya 12 polisi tewas dalam serangan bom mobil yang diikuti baku tembak sengit di wilayah barat laut Pakistan pada Sabtu malam.
Serangan terjadi di distrik Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang berbatasan langsung dengan Afghanistan.
Dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 10 Mei 2026, aliansi kelompok bersenjata yang menamakan diri Ittehad-ul-Mujahideen Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pejabat kepolisian Zahid Khan mengatakan seorang pelaku bom bunuh diri bersama beberapa anggota kelompok bersenjata meledakkan kendaraan berisi bahan peledak di dekat pos keamanan.
Tak lama setelah ledakan, terdengar beberapa dentuman lain dan pos polisi dilaporkan runtuh akibat kuatnya ledakan.
Foto-foto pascaserangan menunjukkan bangunan pos polisi hancur total, dengan puing-puing bata, kendaraan hangus, dan reruntuhan berserakan di lokasi kejadian.
Reuters, mengutip pejabat keamanan Pakistan, melaporkan bahwa setelah ledakan awal terjadi, aparat kepolisian yang datang memberikan bantuan justru disergap kelompok bersenjata.
Kerusakan Kawasan Permukiman
Seorang pejabat polisi yang enggan disebutkan namanya mengatakan kendaraan berisi bahan peledak terlebih dahulu ditabrakkan ke pos keamanan sebelum para penyerang masuk dan melepaskan tembakan ke arah petugas.“Personel penegak hukum lainnya dikirim untuk membantu polisi, tetapi para teroris menyergap mereka dan menyebabkan korban tambahan,” ujarnya.
Sumber kepolisian juga menyebut para penyerang menggunakan drone dalam operasi tersebut.
Pejabat polisi Sajjad Khan mengatakan jumlah korban kemungkinan masih dapat bertambah. Ia menambahkan baku tembak masih berlangsung dan tingkat kerusakan baru dapat dipastikan setelah operasi selesai.
Media Pakistan Dawn melaporkan kawasan permukiman warga di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan parah akibat ledakan. Dua warga sipil juga dilaporkan terluka.
Ambulans dari lembaga penyelamat dan rumah sakit sipil dikerahkan ke lokasi kejadian, sementara status darurat diberlakukan di rumah sakit pemerintah di Bannu.
TTP dan Taliban Afghanistan
Serangan ini berpotensi kembali memicu ketegangan di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan.Pertempuran besar antara kedua pihak sebelumnya pecah pada Februari lalu setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan yang diklaim menargetkan basis kelompok bersenjata.
Meski intensitas konflik sempat menurun, bentrokan sporadis di sepanjang perbatasan masih terus terjadi dan hingga kini belum ada gencatan senjata resmi.
Islamabad menuduh Kabul melindungi kelompok bersenjata yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk merencanakan serangan di Pakistan. Tuduhan itu dibantah Taliban yang menyebut pemberontakan bersenjata di Pakistan merupakan persoalan internal negara tersebut.
Kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) dan kelompok sekutunya sebelumnya juga beberapa kali melakukan serangan serupa. TTP merupakan kelompok terpisah, namun memiliki keselarasan ideologi dengan Taliban Afghanistan yang kembali berkuasa sejak 2021.
Baca juga: Bom Bunuh Diri di Pakistan, 15 Orang Tewas