Banjir Bandang di Muratara Rendam 16 Ribu Rumah, Satu Balita Meninggal

Banjir bandang di Muratara, Sumsel, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/HO/BPBD Muratara

Banjir Bandang di Muratara Rendam 16 Ribu Rumah, Satu Balita Meninggal

Lukman Diah Sari • 9 May 2026 18:15

Palembang: Banjir bandang merendam sedikitnya 16.156 rumah penduduk di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis dini hari, 7 Mei 2026. Hingga siang ini, 64.624 jiwa terdampak langsung oleh luapan air dan satu balita meninggal.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Muratara melaporkan bahwa korban meninggal adalah seorang anak perempuan berusia tiga tahun, atas nama Shanum Aqila Fitri. Selain korban jiwa, tercatat empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.

"Banjir tidak hanya menyasar pemukiman, tetapi juga melumpuhkan fasilitas publik," ujar Sekretaris BPBD Muratara Mathir saat dihubungi di Muratara, Sabtu, 9 Mei 2025, melansir Antara.

Dia mengungkap terdapat empat jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, dan Desa Noman dilaporkan putus total. Sementara itu, satu jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami rusak sedang.

Kemudian, sektor pendidikan dan kesehatan juga terdampak signifikan. Sebanyak 17 unit sekolah (mulai dari tingkat TK hingga SMA) serta lima unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan dua unit Polindes terendam air. Di sektor sarana ibadah, satu unit mushalla dilaporkan hanyut dan lima masjid lainnya terendam.

"Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, serta personel TNI dan Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan evakuasi korban," ungkap dia.

Ilustrasi banjir. (Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M)

Ia menambahkan pemerintah setempat juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga yang terdampak. Berdasarkan pantauan terakhir di lapangan, kondisi air di Kecamatan Karang Jaya dilaporkan telah surut sepenuhnya. Kemudian di Kecamatan Rupit, permukaan air mulai menunjukkan tren penurunan.

"Petugas terus memantau situasi di lapangan dan melakukan pendataan awal terhadap kerugian material yang dialami masyarakat," kata dia.

Sementara itu,  kewaspadaan tetap ditingkatkan bagi warga di Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir. Lantara, kata dia, pemukiman di dua wilayah tersebut hingga saat ini dilaporkan masih terendam air.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)